Terkini

Mudik Lebih Sehat, Kemendukbangga-BKKBN Jatim Libatkan TPK Dampingi Ibu Hamil dan Balita

15
×

Mudik Lebih Sehat, Kemendukbangga-BKKBN Jatim Libatkan TPK Dampingi Ibu Hamil dan Balita

Sebarkan artikel ini
Kemendukbangga

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur menggelar program bertajuk ASN Peduli, Empati dan Berbagi: Mudik Bareng Bersama Tim Pendamping Keluarga di kantor perwakilan, Jalan Airlangga nomor 31-33 Surabaya, Rabu (18/3/2026).

Program ini tidak sekadar memfasilitasi perjalanan mudik, tetapi juga dirancang sebagai gerakan edukatif untuk memastikan para pemudik tetap mendapatkan akses informasi dan layanan kesehatan selama perjalanan.

Sasaran kegiatan meliputi Tim Pendamping Keluarga (TPK), akseptor Keluarga Berencana, serta keluarga berisiko stunting.

Sebanyak 250 peserta diberangkatkan dengan rute Surabaya–Malang. Mereka mendapatkan pendampingan langsung dari TPK yang terdiri atas bidan, kader PKK, dan kader KB.

Peran TPK menjadi krusial karena berada di garis depan dalam menyampaikan edukasi kesehatan keluarga, perencanaan keluarga, hingga upaya percepatan penurunan stunting.

Berbeda dari program mudik pada umumnya, BKKBN Jawa Timur menempatkan TPK tidak hanya di titik keberangkatan, tetapi juga sebagai bagian dari sistem pendampingan sepanjang perjalanan.

Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kondisi kesehatan, khususnya bagi ibu hamil, balita, dan kelompok rentan.

Program ini juga menjadi bagian dari penguatan Program Bangga Kencana serta Quick Win Kemendukbangga/BKKBN dalam mendorong terwujudnya keluarga sehat dan berkualitas.

Pendekatan yang digunakan menekankan integrasi antara layanan transportasi, edukasi, dan intervensi kesehatan berbasis komunitas.

Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Sukamto, menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki peran strategis dalam arus mudik nasional. Karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak bisa lagi sekadar administratif, tetapi harus menyentuh aspek sosial dan kesehatan keluarga.

“Mudik harus menjadi momentum edukasi. Kami ingin memastikan ibu hamil, balita, dan keluarga yang berisiko tetap dalam pemantauan kesehatan selama perjalanan. Ini bagian dari upaya membangun ketahanan keluarga dari hulu,” ujarnya.

Selain program mudik bersama, BKKBN Jawa Timur juga mengoperasikan posko layanan Sapa Mudik di sejumlah rest area pada 17–18 serta 25–26 Maret 2026. Posko ini menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan, konsultasi, serta edukasi kesehatan reproduksi bagi para pemudik.

Pelaksanaan program tersebut melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari Ikatan Bidan Indonesia Jawa Timur, dinas terkait, hingga aparat kepolisian. Sinergi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan sekaligus memperkuat intervensi di titik-titik strategis jalur mudik.

Kehadiran TPK dalam skema mudik tahun ini menjadi pendekatan baru dalam pelayanan publik berbasis keluarga, sekaligus mempertegas peran negara dalam memastikan perjalanan mudik berlangsung tidak hanya aman, tetapi juga sehat dan berkualitas.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60