Terkini

MWCNU Asemrowo Hidupkan Ramadan Lewat Safari Dakwah dan Santunan Yatim

76
×

MWCNU Asemrowo Hidupkan Ramadan Lewat Safari Dakwah dan Santunan Yatim

Sebarkan artikel ini
MWCNU

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Asemrowo menggelar kegiatan santunan anak yatim yang dirangkaikan dengan silaturahmi warga pada Jumat malam, (6/3/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Al-Mu’id, Asem V, Surabaya, bertepatan dengan peringatan malam Nuzulul Quran dalam rangkaian Safari Ramadan MWCNU Asemrowo.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program rutin Ramadan yang setiap tahun dilaksanakan oleh MWCNU Asemrowo. Dalam program tersebut, para pengurus mendatangi sejumlah masjid di wilayah Asemrowo untuk memperkuat dakwah, silaturahmi, sekaligus menggerakkan kepedulian sosial masyarakat.

Ketua MWCNU Kecamatan Asemrowo, Ustadz Yahsum Makmun, mengatakan Safari Ramadan tahun ini telah memasuki pekan ketiga dari empat pekan yang direncanakan sepanjang bulan suci.

Malam itu, kegiatan sengaja dipusatkan di Masjid Al-Mu’id karena bertepatan dengan momentum Nuzulul Quran.

Ia menyebutkan, peringatan turunnya Al-Quran menjadi waktu yang tepat untuk mengingatkan umat Islam tentang pentingnya membumikan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sosial, termasuk melalui kepedulian terhadap anak yatim.

“Alhamdulillah, di MWCNU Asemrowo sudah menjadi program rutin setiap Ramadan kami melaksanakan Safari Ramadan selama empat pekan. Malam ini sudah memasuki pekan ketiga dan bertepatan dengan momentum Nuzulul Quran yang diselenggarakan di Masjid Al-Mu’id,” kata Yahsum.

Menurut dia, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajakan kepada masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki untuk berbagi kepada anak-anak yatim di sekitar lingkungan masjid. Respons masyarakat, kata Yahsum, cukup menggembirakan.

Warga Asemrowo menunjukkan antusiasme tinggi untuk menjadi donatur dan menyisihkan sebagian hartanya. Dana yang terkumpul kemudian disalurkan kepada anak-anak yatim yang diundang dalam kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah warga yang mampu dan memiliki jiwa dermawan sangat antusias untuk menjadi donatur dan menyisihkan sebagian dari harta mereka untuk berbagi di bulan yang penuh ampunan ini,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 16 anak yatim menerima santunan. Yahsum menilai kegiatan ini tidak lepas dari kepedulian masyarakat Asemrowo yang terus terjaga, terutama dalam momentum Ramadan.

Ia berharap tradisi berbagi ini dapat terus berkembang dan menjadi budaya sosial yang kuat di tengah masyarakat.

Menurut dia, kepedulian terhadap anak yatim bukan sekadar aktivitas seremonial, tetapi bagian dari implementasi nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.

Momentum Nuzulul Quran sendiri memiliki makna penting dalam tradisi Islam. Peristiwa turunnya Al-Quran kepada Nabi Muhammad diyakini sebagai titik awal hadirnya petunjuk bagi umat manusia.

Karena itu, berbagai kegiatan keagamaan sering digelar untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan ajaran Al-Quran.

Dalam perspektif sosial Islam, menyantuni anak yatim merupakan salah satu ajaran yang sangat ditekankan dalam Al-Quran. Kepedulian terhadap anak yatim dipandang sebagai indikator keimanan sekaligus bentuk nyata solidaritas sosial.

Ramadan, terlebih pada malam Nuzulul Quran, dianggap sebagai waktu yang memiliki keutamaan besar untuk memperbanyak amal kebaikan.

Banyak umat Islam memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan sedekah dan membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Bagi MWCNU Asemrowo, kegiatan santunan yatim di malam Nuzulul Quran bukan sekadar agenda tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi pengingat kolektif bahwa ajaran Al-Quran harus hadir dalam kehidupan sosial masyarakat, terutama dalam bentuk kepedulian terhadap mereka yang kurang beruntung.

Yahsum berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan semakin melibatkan partisipasi masyarakat.

Ia optimistis tradisi berbagi yang tumbuh di Asemrowo akan semakin kuat, sekaligus menjadi bagian dari upaya membumikan nilai-nilai Al-Quran di tengah kehidupan warga.

“Harapannya ke depan masyarakat Asemrowo semakin bangkit kepeduliannya terhadap anak yatim, sehingga nilai-nilai Al-Quran benar-benar hidup di tengah masyarakat,” kata dia.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60