Pendidikan

Kolaborasi ITS, IOH, Nokia, dan NVIDIA Hadirkan RoboDog Otonom Berbasis 5G

38
×

Kolaborasi ITS, IOH, Nokia, dan NVIDIA Hadirkan RoboDog Otonom Berbasis 5G

Sebarkan artikel ini
ITS
Perwakilan Pengembang RoboDog ITS Yuke Brilliant Hestiavin saat mempersiapkan RoboDog untuk demonstrasi pengendalian jarak jauh di Kantor Indosat Surabaya.

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menciptakan pengembangan robotika dan kecerdasan buatan. Kampus teknologi ini menggandeng Indosat Ooredoo Hutchison, Nokia, dan NVIDIA untuk memperkenalkan RoboDog, robot anjing otonom yang dapat dikendalikan dari jarak ribuan kilometer. Inovasi itu diperkenalkan di AI-RAN Research Center Surabaya, Sabtu (28/2/2026).

Kolaborasi empat institusi menjadi fondasi utama pengembangan teknologi tersebut. IOH memimpin pengembangan Artificial Intelligence Radio Access Network (AI-RAN) sebagai sistem penghubung berbasis kecerdasan buatan. Nokia menghadirkan infrastruktur jaringan 5G yang menjadi tulang punggung konektivitas.

NVIDIA menopang komputasi melalui Graphics Processing Unit (GPU), sementara ITS mengintegrasikan seluruh sistem ke dalam platform robotika yang siap dioperasikan.

Perwakilan pengembang RoboDog ITS, Yuke Brilliant Hestiavin, menjelaskan bahwa robot ini dirancang untuk menerima perintah suara sekaligus memahami konteks instruksi yang diberikan pengguna.

Sistem kecerdasan buatannya memungkinkan interpretasi bahasa secara natural. Selain itu, sensor kamera dan Light Detection and Ranging (LiDAR) memungkinkan RoboDog membaca kondisi lingkungan secara real time.

Kemampuan tersebut, lanjut Yuke, tetap stabil meski dikendalikan dari jarak ribuan kilometer. Dalam skenario demonstrasi, RoboDog yang berada di Surabaya mampu menerima instruksi suara dari pengguna di Barcelona, Spanyol.

Robot kemudian bergerak memeriksa kondisi lokasi, mendeteksi potensi bahaya, hingga memastikan tidak terdapat aktivitas mencurigakan di area tertentu.

Mahasiswa Departemen Teknik Komputer ITS itu menilai kemampuan memahami situasi dan merespons secara presisi membuat RoboDog aplikatif untuk sektor industri berisiko tinggi.

Lingkungan seperti fasilitas migas, pertambangan, hingga kawasan terdampak bencana dinilai membutuhkan solusi yang meminimalkan paparan risiko terhadap manusia.

Di sisi jaringan, VP Head of Technology Strategy and Partnership Management IOH, Irwan Radius, menyebut AI-RAN sebagai fondasi sistem yang menjembatani perintah jarak jauh dengan aksi robot melalui jaringan 5G.

Menurutnya, teknologi tersebut memungkinkan sinkronisasi antara pusat pemantauan di Spanyol dan robot di Surabaya dengan latensi sangat rendah.

Ia menjelaskan, pendekatan ini menggeser peran jaringan telekomunikasi dari sekadar pengirim data menjadi pusat pemrosesan komputasi berbasis AI. Kecerdasan buatan tidak lagi sepenuhnya diproses di server terpusat yang jauh, tetapi diintegrasikan langsung pada infrastruktur jaringan 5G.

Arsitektur tersebut memungkinkan latensi ultra-rendah yang dibutuhkan untuk pengembangan AI berbentuk fisik seperti robotika dan drone otonom.

Implementasi teknologi ini dijadwalkan tampil dalam ajang Mobile World Congress 2026 yang digelar di Barcelona pada Maret mendatang.

Partisipasi dalam forum teknologi global itu dinilai menjadi panggung strategis untuk menunjukkan bahwa Indonesia tidak sekadar menjadi pasar teknologi AI, melainkan juga produsen inovasi.

Keterlibatan ITS dalam pengembangan RoboDog mencerminkan kapasitas sumber daya manusia nasional dalam merancang teknologi yang relevan bagi industri masa depan.

Inisiatif tersebut selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam penguatan pendidikan berkualitas, pengembangan industri berbasis inovasi, serta penguatan kemitraan lintas sektor dalam ekosistem teknologi.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60