Terkini

Menu MBG di Kota Bojonegoro di Bulan Ramadan Dikeluhkan

123
×

Menu MBG di Kota Bojonegoro di Bulan Ramadan Dikeluhkan

Sebarkan artikel ini
MBG
Menu MBG milik SPPG Klangon di Kota Bojonegoro. Foto: Suyati/Beritabangsa.id

BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Realisasi pendistribusian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada bulan Ramadan di hari pertama menjadi perbincangan di kalangan wali murid dan siswa di Kota Bojonegoro, pasalnya sajian dinilai tidak layak dan tak sesuai nominal yang ditentukan.

Salah satu wali murid di SD Negeri di Bojonegoro, mengatakan menu ini bukan untuk perbaikan gizi anak karena tidak sesuai kebutuhan gizi.

“Mau bergizi dari mana, kalau isi dari makanan hanya roti dua lembar, salak satu dan tahu pentol tanpa susu. Bukan kami wali murid tidak bersukur tapi kalau mau ambil untung jangan korbankan anak-anak kami, miris loh progam ini baik tapi malah dicederai,” tegasnya, Senin (23/2/2026).

Dia mengaku miris karena jika melihat menu itu harganya tidak mencapai Rp5000.

“Yang kita tahu tiap SPPG memiliki ahli gizi tapi kenapa makanan ini disajikan seperti tak ada nilai gizinya,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi Kepala SPPG Bojonegoro Klangon, Friska mengatakan semua porsi makanan bergizi gratis (MBG) telah melakukan uji gizi, sehingga menjadi menu yang didistribusikan ke sekolah.

“Hal itu sudah melalui uji gizi melalui ahli gizi di sini, dan sudah diungkap menu kali ini,” ujarnya, mengalihkan pembicaraan kepada ahli gizi dapur.

Di saat itu, Ahli Gizi SPPG Alfairina Safitri, menjelaskan menu yang disajikan sudah sesuai harga Rp8000 setiap menu.

“Sudah sesuai pemenuhan gizi dan terploting, dari tahu pentol yang kami jadikan satu sebagai karbohidrat, roti dua sisir dengan selai coklat dan keju sebagai protein ditambah salak,” jelasnya.

Selain itu, untuk nominal harga yang disajikan masing-masing Rp3000, Rp3500 tahu pentol berisi dua potong, dan buah salak Rp1000.

Pihak SPPG berdalih mahalnya bahan pokok selama Ramadan membuat mereka harus memutar otak, agar pemenuhan gizi sesuai aturan per porsi senilai Rp8.000.

“Karena ini bulan puasa apa-apa serba mahal jadi kami harus putar otak agar harga yang dipatok sesuai standar gizi yang diminta. Dan ini sebagai menu alternatif buka puasa siswa,” ujar Alfairian.

Sementara di luaran muncul dugaan pengurangan kualitas gizi makanan sehingga porsi yang disajikan ke anak terlihat tak layak.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60