Terkini

SPPG di Tempeh Tutup Sementara, Kelangkaan Susu Masih Terjadi

32
×

SPPG di Tempeh Tutup Sementara, Kelangkaan Susu Masih Terjadi

Sebarkan artikel ini
SPPG
MBG di Kecamatan Kedungjajang tanpa susu.

BERITABANGSA.ID, LUMAJANG – Selain persoalan kelangkaan susu sekolah yang belum mereda di Kecamatan Kedungjajang, kini muncul masalah lain yang menambah beban dunia pendidikan.

Salah satu Satuan Pendidikan Penyelenggara Gizi (SPPG) di Kecamatan Tempeh terpaksa tutup sementara sejak Senin (2/2/2026) lalu, akibat dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum cair.

Informasi yang dihimpun awak media menyebutkan, penutupan sementara ini dilakukan karena pihak pengelola tidak mampu lagi menanggung biaya operasional tanpa dukungan dana resmi.

Kondisi tersebut membuat layanan gizi bagi siswa terhenti, sehingga anak-anak kehilangan akses terhadap makanan bergizi yang biasanya disediakan setiap hari.

Di sisi lain, kelangkaan susu sekolah masih berlangsung di Kecamatan Kedungjajang. Sejumlah orang tua mengaku khawatir karena anak-anak mereka tidak mendapatkan asupan susu sebagaimana program yang dijanjikan pemerintah.

“Kami berharap segera ada solusi, karena susu sangat penting untuk tumbuh kembang anak,” ujar salah satu wali murid, kepada media ini, Rabu (4/2/2026).

Kondisi ini menimbulkan keprihatinan masyarakat luas. Dua masalah sekaligus SPPG yang tutup dan distribusi susu yang tersendat menjadi sinyal bahwa sistem pendukung gizi sekolah perlu perhatian serius.

“Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan berdampak pada kesehatan dan konsentrasi belajar siswa,” keluh wali murid yang lainnya.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan segera turun tangan untuk memastikan pencairan dana BGN berjalan lancar serta distribusi susu kembali normal.

“Masyarakat menanti langkah cepat agar hak anak-anak untuk mendapatkan gizi seimbang tidak terabaikan,” papar wali murid lainnya lagi.

Pantauan dari Aliansi Penegak Demokrasi dan Keadilan Rakyat (Pendekar) Kabupaten Lumajang, bahwa kelangkaan susu ini dipicu oleh adanya permainan harga oleh kartel pangan.

“Kami sempat tawarkan susu pasteurisasi kepada sejumlah SPPG tapi seperti ada penolakan, terkesan ada instruksi dari pusat harus pakai susu UHT,” keluh Achmad Nurhuda selalu Ketua Aliansi Pendekar.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60