BERITABANGSA.ID, LUMAJANG — Artificial Intelligence (AI) kini merambah dunia pendidikan. AI mampu menjawab pertanyaan, menyusun materi, membuat modul, menghasilkan video pembelajaran hingga membantu pekerjaan administrasi guru. Tugas mengajar seorang guru pun terancam tergeser.
Ancaman di atas disanggah para guru. Mereka meyakini pendidikan masih membutuhkan pendidik, bukan mesin.
Peserta didik masih butuh didampingi, karena terkait tumbuh kembang jiwa dan karakter generasi. Transformasi pengetahuan dan karakter masih sangat dibutuhkan.
FFarid Dwi Yuli Putri, guru SMPN 1 Pronojiwo, berpendapat AI bisa dimanfaatkan meringankan tugas guru..
Terutama terkait masalah administrasi, modul ajar, video pembelajaran hingga mengubah materi jadi tidak abstrak.
“AI kita akui sangat membantu guru dalam pembelajaran. Bahkan membuat pembelajaran bersifat abstrak menjadi nyata bagi murid,” ujar Farid.
Pekerjaan guru bukan hanya memberikan materi ajar, namun juga soal administrasi.
“Bahkan kami juga dituntut mendidik karakter sebagai fondasi para murid,” katanya.
Pandangan sama diungkapkan Yuyul Winarni dari SD Pembangunan Jatiroto.
Di jenjang sekolah dasar, terdapat sejumlah tugas guru yang masih membutuhkan interaksi manusia.
Guru harus mampu memahami karakter anak, membangun hubungan emosional, memberi teladan, mendidik sikap, menenangkan anak yang bermasalah, dan mengelola kelas.
“Tugas guru itu tidak mudah digantikan AI, terutama di SD,” tegasnya.
Kata dia inilah batas kecerdasan teknologi dan tenaga manusia.
AI dapat mengelola informas dalam jumlahi besar. Namun jika ada anak kehilangan semangat belajar karena persoalan keluarga, berselisih dengan teman maka bukan yang bisa menuntaskannya. Tapi hati manusia. AI pintar tapi tak punya hati.















