Terkini

Lazisnu PCNU Surabaya Gelar Madrasah Amil, Dorong Profesionalisme Pengelolaan Zakat

57
×

Lazisnu PCNU Surabaya Gelar Madrasah Amil, Dorong Profesionalisme Pengelolaan Zakat

Sebarkan artikel ini
Lazisnu PCNU
Suasana saat Madrash Amil berlangsung.

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Lazisnu PCNU Surabaya menggelar Madrasah Amil sebagai upaya sistematis meningkatkan kapasitas dan profesionalisme pengelola zakat, infak, dan sedekah di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Kegiatan ini berlangsung di Kantor PCNU Surabaya, Ahad, (1/2/2026), dan diikuti lebih dari 125 peserta dari berbagai unsur pengelola zakat tingkat bawah.

Madrasah Amil dirancang sebagai ruang pembinaan bagi calon amil zakat, mulai dari pengurus JPZIS, tim masjid dan musala, hingga pengurus ranting.

Program ini menegaskan keseriusan Lazisnu PCNU Surabaya dalam memastikan tata kelola zakat berjalan sesuai prinsip syariat, sekaligus memenuhi standar profesionalisme kelembagaan.

Ketua Lazisnu PCNU Surabaya, Abdullah Iskak, mengatakan Madrasah Amil merupakan bagian dari strategi penguatan sumber daya manusia Lazisnu.

Menurut dia, pengelolaan zakat tidak cukup hanya dilandasi semangat ibadah, tetapi juga harus ditopang pemahaman fikih dan tata kelola yang akuntabel.

“Zakat adalah amanah umat. Karena itu, amil harus memahami aspek syariah sekaligus mekanisme pendistribusian dan pelaporan secara profesional,” kata Abdullah.

Ia menegaskan, ke depan tidak lagi dikenal istilah panitia zakat fitrah yang bersifat temporer. Mulai 2026, seluruh pengelolaan zakat fitrah di lingkungan NU Surabaya akan dikoordinasikan oleh amil zakat yang berada di bawah struktur Lazisnu PCNU Surabaya.

Abdullah Iskak juga mendorong setiap MWCNU agar aktif menyelenggarakan pendidikan keamilan secara mandiri di wilayah masing-masing.

Ketua Lazsinu PCNU Surabaya, Ustaz Abdullah Iskak saat wawancara.

Lazisnu PCNU Surabaya, kata dia, siap mengirimkan pemateri bila diperlukan. “Kami ingin literasi keamilan tumbuh dari masjid dan musala,” ujarnya.

Selain Madrasah Amil, Lazisnu PCNU Surabaya menyiapkan sejumlah program Ramadan 2026. Di antaranya Ngaji Bareng yang bekerja sama dengan LBM dan MMI, disertai kegiatan buka puasa bersama.

Untuk segmen anak-anak, Lazisnu meluncurkan program NU Berkisah, yang menitikberatkan pada pendidikan karakter infak dan sedekah sejak usia dini, mulai dari TK, SD, MI, hingga TPA.

Kepala Cabang Lazisnu Surabaya, Jufri, menyebut antusiasme peserta melebihi target awal. Dari rencana 100 peserta, jumlah pendaftar menembus lebih dari 125 orang.

“Ini menunjukkan kesadaran kolektif tentang pentingnya ilmu keamilan semakin tumbuh,” katanya.

Dalam Madrasah Amil perdana ini, peserta mendapatkan pembekalan kelembagaan amil zakat, infak, dan sedekah, termasuk kewajiban pelaporan dan prinsip transparansi.

Materi disampaikan oleh Direktur Lazisnu PWNU Jawa Timur, Gus Rofi’i, yang menekankan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan dana umat.

Materi berikutnya mengulas aspek fikih zakat, infak, dan sedekah yang kerap ditemui di tengah masyarakat. Lazisnu menghadirkan Ketua LBM PCNU Surabaya periode 2018–2023, Robi Aksam, alumnus Pondok Pesantren Sidogiri, sebagai pemateri.

Jufri menegaskan, pendampingan terhadap amil tidak berhenti pada satu kegiatan. Lazisnu PCNU Surabaya berkomitmen melakukan pembinaan berkelanjutan agar amil benar-benar kompeten.

Ia mengingatkan sabda Nabi Muhammad SAW tentang bahaya menyerahkan urusan kepada orang yang bukan ahlinya.

“Kami ingin memastikan para amil siap lahir batin menghadapi Ramadan. Bukan sekadar siap bekerja, tetapi juga siap mempertanggungjawabkan amanah,” ujarnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60