Pendidikan

Transformasi Unusa: SMKB, Kurikulum Berbasis SDGs dan PPDS Baru

24
×

Transformasi Unusa: SMKB, Kurikulum Berbasis SDGs dan PPDS Baru

Sebarkan artikel ini

Program ini menyasar pimpinan dan profesional lintas sektor untuk memperkuat pemahaman dan implementasi SDGs serta prinsip ESG di lingkungan kerja masing-masing.

Wakil Rektor I Unusa, Prof Dr Eng Ir Ahmad Rusdiansyah, MEng, menambahkan bahwa SMKB juga akan menghadirkan program pelatihan bersertifikasi.

Pelatihan tersebut dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha dan industri, seperti Sustainable Leadership dan ESG.

Menurut Ahmad Rusdiansyah, pemahaman terkait ESG kini menjadi kebutuhan penting di banyak perusahaan, bahkan telah menjadi prasyarat dalam tata kelola korporasi. Karena itu, mahasiswa perlu dipersiapkan sejak dini agar memiliki daya saing saat memasuki dunia kerja.

Pelatihan ini menjadi kebutuhan wajib bagi perusahaan. Mahasiswa harus dibekali kemampuan tersebut sejak awal, katanya.

Ia menambahkan, proses penerimaan mahasiswa SMKB juga akan menerapkan mekanisme seleksi berbeda, tidak hanya menilai aspek akademik, tetapi juga komitmen dan motivasi calon mahasiswa.

Dalam praktiknya, sistem pembelajaran di SMKB akan dilaksanakan secara hybrid, memadukan perkuliahan tatap muka dan daring.

Unusa juga akan memperdalam kajian metode pembelajaran jarak jauh agar implementasi pembelajaran hybrid berjalan optimal.

Di bidang pendidikan kedokteran, Fakultas Kedokteran Unusa memperkuat kontribusinya melalui pengembangan dua Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), yakni PPDS Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi serta PPDS Obstetri dan Ginekologi.

Kehadiran kedua program ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dokter spesialis nasional, sekaligus meningkatkan mutu layanan kesehatan respirasi serta kesehatan ibu dan anak.

Dekan Fakultas Kedokteran Unusa, Dr Handayani, dr, MKes, menyebut pembukaan dua PPDS ini sebagai langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan dokter spesialis di Indonesia.

Unusa menargetkan peserta PPDS tidak hanya berasal dari Surabaya dan sekitarnya, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia.

Dengan demikian, lulusan PPDS Unusa diharapkan mampu mendukung program pemerintah dalam pemerataan tenaga dokter spesialis, terutama di daerah terpencil dan wilayah yang masih kekurangan tenaga kesehatan.

Pendaftaran PPDS direncanakan dibuka pada tahun ajaran 2026–2027. Selama enam bulan ke depan, Unusa akan mematangkan seluruh persiapan, mulai dari fasilitas hingga kesiapan dosen pengajar.

Seluruh pengembangan akademik Unusa diperkuat melalui pendekatan student-centered learning, kolaborasi lintas disiplin, inovasi di bidang kesehatan dan pendidikan digital, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dosen dan tenaga kependidikan.

Di saat yang sama, Unusa aktif membangun jejaring kerja sama dengan pemerintah, industri, serta mitra nasional dan internasional.

Dengan visi 2030, Unusa menegaskan posisinya sebagai kampus Islam modern yang mengintegrasikan nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan. Sebuah upaya untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, berkelanjutan, dan bermakna bagi Indonesia.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 468x60