Terkini

Hikmah Isra Mi’raj dari Masjid Al-Haq: Iman, Akhlak, dan Dialog Sosial

46
×

Hikmah Isra Mi’raj dari Masjid Al-Haq: Iman, Akhlak, dan Dialog Sosial

Sebarkan artikel ini
Masjid Al-Haq
Ustaz KH. Dr. Nur Fauzi Palestin, S.Hum., S.Ag.

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam di Masjid Al-Haq, Rungkut, Surabaya, berlangsung khidmat pada Sabtu (17/1/2026).

Jemaah memadati masjid untuk mengikuti rangkaian acara yang diisi tausiah oleh ustaz Dr. KH. Nur Fauzi Palestin.

Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda rutin Masjid Al-Haq dalam merawat kehidupan keagamaan warga, selain berbagai aktivitas ibadah dan sosial yang secara konsisten digelar.

Bagi pengurus masjid, Isra Mi’raj tidak ditempatkan sebagai peringatan seremonial semata, melainkan ruang refleksi kolektif umat.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Al-Haq, Hadi Siswanto, menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj adalah momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran diri dalam menjalankan perintah Allah secara lebih sungguh-sungguh.

“Tujuan kegiatan ini pertama tentu mempererat silaturahmi jamaah. Kedua, bagaimana kita meneladani Rasulullah dalam perjalanan spiritualnya dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha. Dari peristiwa itu, banyak nilai yang bisa meningkatkan keimanan dan memperbaiki akhlak kita,” ujarnya.

Menurut Hadi, Isra Mi’raj mengajarkan bahwa keimanan tidak berhenti pada pengakuan, tetapi harus tercermin dalam konsistensi ibadah dan perilaku sehari-hari.

Jemaah diharapkan mampu mengambil hikmah dari perjalanan Nabi dengan menjaga shalat, memperbaiki hubungan sosial, serta memperkuat kepatuhan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Nilai-nilai moral juga menjadi penekanan dalam tausiah yang disampaikan ustaz Nur Fauzi Palestin. Ia mengingatkan jamaah tentang konsekuensi spiritual dan sosial dari perbuatan yang dilarang agama, seperti meninggalkan shalat dan tidak melaksanakan zakat atau yang lainnya yang melanggar ketentuan Allah.

Larangan tersebut, menurutnya, bukan sekadar aturan normatif, tetapi pagar etika untuk menjaga martabat manusia dan harmoni sosial.

Salah satu pesan kunci yang disampaikan adalah teladan Rasulullah dalam membangun budaya diskusi dan musyawarah.

Dalam peristiwa Isra Mi’raj, Rasulullah tetap berdialog dengan para nabi terdahulu terkait penetapan kewajiban shalat, meskipun beliau memiliki kedudukan paling mulia di antara para nabi.

Suasana saat Selawat Mahallul Qiyam.

“Ini pelajaran penting bagi kita semua. Dalam persoalan besar sekalipun, Rasulullah mengajarkan pentingnya berdiskusi dan bermusyawarah. Maka dalam menyelesaikan berbagai problem kehidupan, dialog dan rembuk bersama adalah jalan menuju keputusan terbaik,” kata Nur Fauzi.

Bagi umat Islam, Isra Mi’raj memiliki makna teologis dan sosial yang mendalam.

Peristiwa ini menegaskan shalat sebagai fondasi utama kehidupan beragama, sekaligus mengingatkan bahwa spiritualitas sejati harus melahirkan akhlak yang baik dan tanggung jawab sosial.

Bagi masyarakat, khususnya jemaah Masjid Al-Haq, makna Isra Mi’raj menjadi semakin kontekstual. Di tengah kehidupan perkotaan yang cepat dan penuh tekanan, Isra Mi’raj mengajak umat untuk menata ulang orientasi hidup, menyeimbangkan antara kesibukan duniawi dan kedalaman spiritual.

Masjid Al-Haq, melalui peringatan ini, menegaskan perannya bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga ruang pembelajaran nilai, etika, dan kebersamaan.

Isra Mi’raj diposisikan sebagai sumber inspirasi untuk membangun masyarakat yang religius, berakhlak, dan terbiasa menyelesaikan persoalan melalui musyawarah.

Dengan demikian, Isra Mi’raj tidak berhenti sebagai kisah perjalanan Nabi, melainkan menjadi pijakan moral dan spiritual bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari, termasuk bagi warga Rungkut Mapan Barat dan Rungkut Permai ataupun sekitarnya yang menjadikan Masjid Al-Haq sebagai pusat denyut keagamaan dan sosial mereka.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60