Pemerintahan

Ramai Proyek U-Ditch di Desa Trucuk Dikeluhkan Warga, Komisi D DPRD Bojonegoro Langsung Sidak

58
×

Ramai Proyek U-Ditch di Desa Trucuk Dikeluhkan Warga, Komisi D DPRD Bojonegoro Langsung Sidak

Sebarkan artikel ini
Desa Trucuk
Anggota Komisi D DPRD Bojonegoro saat melakukan Sidak pembangunan saluran drainase, u-ditch di Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Kabupetan Bojonegoro Foto: Suyati/Beritabangsa.id

BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Proyek pembangunan drainase di wilayah Desa/Kecamatan Trucuk, Kabupeten Bojonegoro diduga dikerjakan asal-asalan ramai dikeluhkan warga. Melihat itu Komisi D DPRD Bojonegoro menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi, Kamis (8/1/2026).

Proyek itu seharusnya selesai, namun hingga kini belum juga rampung. Proyek senilai Rp1,3 miliar lebih ini, meliputi sembilan titik yaitu RW 01, RT 04, RT 05, RT 06, RT 08, dan RT 10.RW 02: RT 12, RT 13, dan RT 18.
RW 05: RT 25.

Namun, saat sidak ditemukan pekerjaan mengkhawatirkan sebab progres fisik baru menyentuh 49,63%. Sehingga ditambah waktu 50 hari kalender.

Sesuai regulasi Perpres nomor 12 tahun 2021, kontraktor kini berdiri di atas garis tipis antara penyelesaian pekerjaan atau jeratan sanksi finansial.

Komisi D pun menemukan sejumlah kejanggalan terkait berm hingga stempel U-Ditch. Komisi D lantas mengeluarkan sejumlah rekomendasi teknis yang wajib dipenuhi rekanan, CV Rendra Jaya.

Anggota Komisi D, Sukur Priyanto mengatakan temuan kerenggangan pemasangan hingga tidak adanya label Standar Nasional Indonesia (SNI) di U-ditch, memaksa di kurun waktu sisa pekerjaan harua dituntaskan tanpa merugikan pihak manapun.

“Kami minta empat hal penting segera dilakukan, yaitu, memperbaiki pemasangan U-ditch agar drinase berfungsi sebagaimana mestinya, kedua pemberian stempel SNI pada u-ditch, memberi box cover dan paling utama kualitasnya harus diperbaiki,” tegas Sukur Priyanto.

Selain itu, kerapian pada berm bahu jalan, juga menjadi sorotan anggota Komisi D ini. Mereka berharap pelaksana juga memperhatikan hal ini.

“Yang terpenting penataan kembali berm (bahu jalan) yang terdampak galian agar kembali rapi dan tidak membahayakan pengguna jalan, dan penyelesaian tepat waktu, targetnya 17 Februari 2026,” tegasnya.

Pemilik CV Rendra Jaya Nurul Quluh, di lokasi memberi klarifikasi mengenai kondisi terkini di lapangan.

Dia mengakui dari 9 titik yang direncanakan, baru 2 titik yang sudah menunjukkan progres signifikan, sementara 7 titik lainnya masih dalam proses pengerjaan.

“Dari sembilan sudah dua titik telah on progress, yang tujuh masih proses. Insya Allah selesai, kita bekerja 1×24 jam,” ungkap Nurul Quluh.

Nurul Quluh berkomitmen pekerjaan akan dikebut agar sesuai target yang sudah ditentukan. Diakuinya saat pekerjaannya sempat viral dan menjadi sorotan publik.

“Kami akan segera kebut pekerjan, beberapa hal yang berdampak hingga menjadi pekerjaan mundur terjadi akibat u-ditch telat dikrim dari pabrik. Dan itu sudah kami usahakan semaksimal mungkin oleh pekerja,” bebernya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60