BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mulai memasang stiker “Keluarga Miskin” .
Namun, hal itu menuai perbincangan pro-kontra di media sosial (Medsos) maupun secara langsung, disebut-sebut penempelan stiker bagi penerima bantuan sosial (Bansos) salah sasaran.
Berdasarkan Data Kemiskinan Daerah (Damisda) Kabupaten Bojonegoro, keluarga penerima manfaat (KPM) yang dipasang stiker ini sejumlah 50.987 KK.
Seperti pada salah satu postingan milik akun blokBojonegoro, pada Sabtu (3/1/2026), soal sosialisasi pemasangan stiker tersebut. Tak sedikit yang mengeluhkan pemasangan stiker ini, tak tepa. Sebab, sejumlah KPM sudah masuk katagori sejahtera.
Seperti dikutip komentar akun @Ari Jemblung mengatakan tidak semua dapat stiker, tetangga kanan kiri padahal juga mendapatkan bansos.
“Tapi gak kabeh oleh stiker. Kiwo tengenku oleh bantuan tapi gak di templek.i stiker” ujarnya dalam bahasa jawa.
Hal sama juga dilontarkan oleh pemilik akun @Yoyok Lestari bahwa tidak hanya warga tidak mampu saja yang mendapatkan bansos namun orang mampu serta warga masih kerabat perangkat (desa).
“Rata rata emang warga yang mampu dan warga yang dekat dengan perangkat (desa), yang selama ini yang dapat bansos. Ini stiker kalo gak di awasi langsung sama Bupati atau Wakil Bupati dan Dinas Sosial waktu penempelan, dijamin stiker itu nyasar ke rumah warga yang gak Nerima bansos,” sambungnya.
Disisi lain warga Kecamatan Dander, Yanto mengapresiasi langkah pemasangan stiker tersebut. Sebab, tetangga di rumahnya sudah sejahtera dan memiliki sepeda serta sawah, namun tetap dapat bansos.
“Setuju, ditempel stiker keluarga miskin, tetanggaku rumah bagus sepeda bagus punya sawah masih dapat bansos, di gangku yang nggak dapat cuman 3 KK, aku dan tetanggaku. Soalnya dulu nggak pilih lurah yang jadi sekarang, mas,” ungkap Yanto.
Dikonfirmasi awak media ini perihal kondisi lapangan tersebut, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo Hardianto mengungkapkan bahwa, yang ditempel stiker “Miskin” merupakan yang terdaftar dalam Damisda.
“Itu dasarnya data Damisda Semester 1 (Januari-Juni) tahun 2025,” ungkapnya, Sabtu (3/1/2026).
Anto menjelaskan, fungsi dari penempelan stiker tersebut, merupakan untuk validasi dan verifikasi. Menurutnya, data kemiskinan bersifat dinamis, sehingga secara bertahap data tersebut akan diperbaiki.
“Nanti selanjutnya akan ada perbaikan data melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN),” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, stiker “Keluarga Miskin” mulai dipasang di rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial di Kabupaten Bojonegoro. Dengan langkah ini, Pemkab Bojonegoro dapat memastikan kelayakan penerima dan masyarakat turut terlibat pengawasan dan validasi program agar tepat sasaran.
Sebagai bentuk meningkatkan transparansi dan akurasi data penyaluran bantuan, stiker khusus ini bertuliskan ‘Rumah Ini Kategori Keluarga Miskin’ untuk stiker pertama. Sedangkan stiker kedua berupa jenis bantuan yang didapatkan oleh KPM. Baik program daerah, maupun nasional.
Prosesnya mulai pendistribusian stiker ke tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan. Lalu penempelan stiker dilakukan oleh pendamping sosial sesuai daftar penerima bansos Damisda. Kebijakan ini juga sekaligus mendukung proses monitoring, evaluasi, dan pemutakhiran Damisda di Kabupaten Bojonegoro. Mengingat di 2026, pemutakhiran data ini dari Damisda menjadi DTSEN.
DTSEN atau Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional ialah sistem basis data terintegrasi yang dirancang unutk memuat informasi sosial dan ekonomi seluruh penduduk Indonesia. DTSEN menggabungkan berbagai sumber data penting termasuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) dan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.


















