Terkini

Turba Konsolidasi Zakat Hingga Tingkat Kelurahan Lazisnu Surabaya Ditutup

90
×

Turba Konsolidasi Zakat Hingga Tingkat Kelurahan Lazisnu Surabaya Ditutup

Sebarkan artikel ini
Lazisnu
Momen foto bersama usai acara TURBA. Foto: Mwd, Beritabangsa.id.

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Rangkaian kegiatan turun ke bawah (Turba), oleh Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kota Surabaya resmi ditutup di Masjid Babul Jannah, Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, Surabaya, Kamis (18/12/2025) malam.

Penutupan ini menandai berakhirnya agenda konsolidasi dan sosialisasi Lazisnu di seluruh struktur Nahdlatul Ulama tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kota Surabaya.

Ketua Lazisnu Kota Surabaya, Ustaz Abdullah Iskak, menegaskan Turba dilaksanakan sebagai upaya strategis untuk mengajak masyarakat, khususnya warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyin), agar kembali menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah melalui Lazisnu sebagai satu-satunya lembaga amil zakat resmi milik NU.

Menurutnya, kesadaran berzakat tidak cukup hanya dibangun secara normatif, tetapi harus diiringi dengan pemahaman kelembagaan dan tata kelola yang akuntabel.

Karena itu, Lazisnu Surabaya membentuk lima tim Turba yang bertugas melakukan sosialisasi langsung ke tingkat MWCNU, ranting, hingga basis jamaah masjid dan musala.

“Harapan kami, masyarakat Surabaya benar-benar menyalurkan zakat, infaq, dan sedekahnya melalui Lazisnu, baik di tingkat ranting, MWC, PC maupun PW, karena pada akhirnya seluruh pengelolaan akan terpusat di Lazisnu PBNU,” ujar Abdullah Iskak.

Dalam acara penutupan ini, Lazisnu Surabaya juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para korban bencana alam, di antaranya di Kabupaten Lumajang dan wilayah Sumatera.

Hingga malam penutupan, dana solidaritas yang terhimpun mencapai sekitar Rp40 juta. Sementara itu, bantuan dari sekolah dan lembaga sosial yang langsung disalurkan melalui PWNU Jawa Timur tercatat sekitar Rp130 juta.

Abdullah Iskak menilai capaian tersebut mencerminkan tingginya potensi filantropi warga NU, sekaligus menjadi pengingat pentingnya penguatan sistem penghimpunan dan distribusi zakat yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Benowo, Ahmad Fauzi, mengapresiasi pelaksanaan Turba yang dinilainya sangat bermanfaat bagi pengurus Lazisnu di tingkat kecamatan.

Ia menyebut pemaparan mengenai tata kelola zakat dan program-program Lazisnu PCNU Kota Surabaya menjadi inspirasi sekaligus panduan praktis bagi pengurus di bawah.

“Ini akan mendorong kami, khususnya Lazisnu MWCNU Benowo, untuk bersinergi dengan UPZIS masjid dan musala dalam menjalankan program Lazisnu PCNU Surabaya,” kata Ahmad Fauzi.

Ia juga menyoroti pentingnya legalitas dan izin operasional bagi panitia zakat di masjid dan musala. Selama ini, banyak kepanitiaan zakat yang bekerja tanpa status amil resmi.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60