Terkini

Era AI Menguat, Abdul Rohim Ingatkan Pentingnya Pesantren Jaga Akhlak Generasi Muda

1
×

Era AI Menguat, Abdul Rohim Ingatkan Pentingnya Pesantren Jaga Akhlak Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Abdul Rohim
H. Abdul Rohim, Pembina Majelis Ar-Rohimin, Surabaya dengan latar belakang jemaah muslimat di luar Gedung Majelis Ar-Rohimin yang sedang mengikuti acara rutinan Rabu malam.

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Kemajuan teknologi informasi telah mengubah cara manusia memperoleh pengetahuan, berkomunikasi, dan memahami berbagai peristiwa. Namun, di balik kemudahan itu muncul persoalan yang tidak sederhana: bagaimana memastikan generasi muda tetap memiliki pijakan moral ketika informasi datang tanpa batas.

Persoalan tersebut menjadi perhatian H. Abdul Rohim, pembina Majelis Ar-Rohimin, Tambak Dalam Baru 1B, Surabaya. Ia menilai perkembangan teknologi perlu berjalan beriringan dengan pendidikan agama agar generasi muda tidak kehilangan kemampuan untuk membedakan informasi, sikap, dan perilaku yang semestinya.

Menurut Abdul Rohim, teknologi bukan sesuatu yang dapat ditolak. Perkembangannya merupakan bagian dari perubahan suatu negara dan kehidupan masyarakat. Yang perlu dilakukan adalah membangun kemampuan untuk menyaring dampaknya.

“Kemajuan teknologi saat ini tidak bisa kita pungkiri. Itu bagian dari pertumbuhan negara mana pun di dunia. Tetapi jangan terlalu larut dalam euforia teknologi. Harus ada filter,” ujar Abdul Rohim dalam wawancara eksklusif.

Ia melihat pendidikan agama memiliki peran dalam membentuk filter tersebut. Bukan hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui majelis taklim dan pondok pesantren.

Bagi Abdul Rohim, majelis taklim dapat menjadi ruang untuk membangun pemahaman masyarakat mengenai cara bersikap di tengah perkembangan dunia digital.

Sementara pesantren, menurut dia, mempunyai posisi penting dalam menjaga akhlak dan moral.

“Pesantren dari dahulu menjadi benteng terakhir untuk menjaga akhlak dan moral manusia Indonesia,” katanya.

Perubahan teknologi juga berlangsung bersamaan dengan perubahan karakter antargenerasi. Abdul Rohim menyebut masyarakat kini mengenal Generasi X, Generasi Y atau generasi milenial, Gen Z, Gen Alpha hingga Gen Beta.

Setiap generasi tumbuh dalam lingkungan yang berbeda. Karena itu, menurut dia, pola pembelajaran dan cara menyampaikan informasi pun tidak dapat disamakan.

“Ada Generasi X, Generasi Y atau generasi milenial, Gen Z, Gen Alpha hingga Gen Beta. Ini semua perubahan dan perkembangan zaman yang tidak bisa kita pungkiri,” ujarnya.

Perubahan tersebut, kata Abdul Rohim, membutuhkan kedewasaan dalam menyikapi setiap tantangan.

Perkembangan teknologi tidak cukup hanya dipahami dari sisi kemampuannya memberikan kemudahan. Masyarakat juga perlu memahami konsekuensi dari informasi yang dikonsumsi dan disebarkan.

Ia kemudian mengaitkan pentingnya peran pesantren dengan sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60