Terkini

Kemendukbangga BKKBN Luncurkan GEMAR, Dorong Ayah Aktif Ambil Rapor Anak

40
×

Kemendukbangga BKKBN Luncurkan GEMAR, Dorong Ayah Aktif Ambil Rapor Anak

Sebarkan artikel ini
Kemendukbangga

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) atau Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) resmi menerbitkan surat edaran nomor 14 tahun 2025 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR).

Kebijakan ini menjadi langkah strategis negara dalam mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak, sekaligus memperkuat Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) sebagai program unggulan atau quick win Kemendukbangga/BKKBN.

Surat edaran yang ditetapkan pada 1 Desember 2025 tersebut mengimbau orang tua dan wali murid, khususnya ayah, untuk hadir secara langsung dalam pengambilan rapor anak di sekolah.

GEMAR diposisikan sebagai bagian integral dari implementasi program Sekolah Bersama Ayah (SEBAYA), yang bertujuan membangun kedekatan emosional antara ayah dan anak, serta meningkatkan kepedulian ayah terhadap proses dan capaian pendidikan putra-putrinya.

Di tingkat daerah, Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Jawa Timur turut mendorong percepatan pelaksanaan gerakan ini.

Pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan diminta berperan aktif melalui penyusunan regulasi di lingkungan sekolah, pemberian imbauan kepada aparatur sipil negara laki-laki agar terlibat langsung, serta pelaporan dan dokumentasi kegiatan oleh organisasi perangkat daerah yang membidangi keluarga berencana di kabupaten dan kota.

Ketua Tim Kerja Umum dan BMN Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Jawa Timur, Iwan Yulianto, menegaskan bahwa GEMAR merupakan wujud konkret kepedulian negara terhadap pentingnya peran ayah dalam tumbuh kembang anak.

Menurutnya, keterlibatan ayah tidak hanya berdampak pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan ketahanan emosional anak.

“Ini adalah implementasi dari Gerakan Ayah Teladan Indonesia, yang secara teknis diwujudkan melalui gerakan ayah mengambil rapor anak ke sekolah. Kehadiran ayah memberi pesan kuat bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama,” ujar Iwan Yulianto, Jumat (19/12/2025).

Iwan yang juga hadir sebagai orang tua siswi kelas VII SMPN 22 Surabaya mengungkapkan bahwa data Pembangunan Keluarga Tahun 2025 masih menunjukkan angka fenomena fatherless sebesar 25,8 persen di Indonesia.

Artinya, satu dari empat anak tumbuh dengan keterlibatan ayah yang minim dalam pengasuhan maupun pendidikan.

“Keterlibatan ayah masih relatif rendah, padahal peran ayah dalam keterlibatan emosional dan pendidikan sangat menentukan kualitas pengasuhan serta prestasi akademik anak,” jelasnya.

Ia menambahkan, Kemendukbangga/BKKBN terus menggencarkan berbagai program edukatif untuk mendorong orang tua, khususnya ayah, agar lebih aktif hadir dalam kehidupan anak.

Keterlibatan tersebut dinilai menjadi benteng penting bagi anak dalam menghadapi tantangan sosial dan perkembangan teknologi yang kian kompleks.

Respons positif terhadap gerakan ini juga datang dari masyarakat. Sadiq, salah satu orang tua siswa, mengaku sejak lama terbiasa berbagi peran dengan istrinya dalam mengambil rapor anak-anak mereka.

Menurutnya, keterlibatan orang tua tidak seharusnya dibatasi oleh konstruksi peran gender, melainkan oleh komitmen dan ketersediaan waktu.

“Siapa yang ada waktu, itu yang ambil rapor. Yang penting kami sama-sama terlibat dan peduli dengan pendidikan anak,” ujarnya.

Dari sudut pandang anak, kehadiran ayah di sekolah memberikan makna emosional yang mendalam. Kinanthi Victory Yulianto, siswi kelas VII K SMPN 22 Surabaya, mengaku terharu ketika ayahnya hadir langsung mengambil rapornya.

“Biasanya yang datang ibu, sekarang ayah yang mengambil. Rasanya senang dan terharu,” tuturnya.

Ia berharap gerakan GEMAR dapat menjadi pemantik kesadaran bagi para ayah agar semakin terlibat dalam pendidikan dan masa depan anak-anak mereka.

Melalui Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah, Kemendukbangga/BKKBN berharap keterlibatan ayah tidak berhenti pada simbol kehadiran semata, melainkan tumbuh menjadi budaya pengasuhan yang berkelanjutan.

Dengan keterlibatan aktif kedua orang tua, negara menargetkan terwujudnya keluarga Indonesia yang berkualitas, berdaya, dan berorientasi pada masa depan generasi penerus.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60