Terkini

Keluarga Nelayan di Kabupaten Sidoarjo Dilatih Bikin Mata Pencaharian Alternatif

10
×

Keluarga Nelayan di Kabupaten Sidoarjo Dilatih Bikin Mata Pencaharian Alternatif

Sebarkan artikel ini
Nelayan

BERITABANGSA.ID, SIDOARJO – Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur melalui Sub Koordinator Seksi Kenelayanan, Hardono Ismanto, bersama Kepala Bidang Perikanan Tangkap Kabupaten Sidoarjo, Silfiati, MM, menggelar pelatihan melibatkan para keluarga nelayan (istri/anak nelayan) di aula Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Senin (1/12/2025).

Kali ini menghadirkan narasumber Insinyur Fesana Eradiaty, MMA pengelola produksi perikanan tangkap, tenaga ahli muda.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Kabupaten Sidoarjo, Silfiati, MM,, menyampaikan bahwa masyarakat Kabupaten Sidoarjo tidak hanya bekerja sebagai nelayan tetapi juga pembudidaya, di mana hal tersebut dapat membantu perekonomian warga.

“Kabupaten Sidoarjo berpenduduk 2.027.874 dengan 8 kecamatan pesisir. Di Kecamatan Sedati merupakan kecamatan dengan jumlah nelayan terbanyak. Selain berprofesi sebagai nelayan ada juga pembudidaya ikan dan garam,” ujar Silfiati.

Kepala Sub Koordinator Seksi Kenelayanan, di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Hardono Ismanto, mengatakan kegiatan
pembinaan mata pencaharian alternatif ini diharapkan agar keluarga nelayan
(istri/anak nelayan) mendapat tambahan penghasilan.

“Upaya ini dilakukan agar para keluarga nelayan tidak ketergantungan pada kondisi hasil tangkap yang tidak menentu sekaligus memperkuat ekonomi keluarga,” ujarnya.

Kegiatan ini juga tidak hanya sekadar teori, namun menitik beratkan pada praktik
langsung atau demo masak, untuk memastikan peserta mampu menghasilkan produk yang layak jual.

“Materi pelatihan mencakup proses produksi dari hulu ke hilir, mulai dari teknik pemilihan ikan yang segar, penggilingan daging, pencampuran adonan dengan tepung tapioka, teknik pembumbuan, pengirisan yang presisi, hingga teknik penggorengan yang tepat,” bebernya.

Dalam praktik pembuatan kerupuk ikan berkualitas ini dipandu oleh narasumber Hajjah Layyinatul Afidah, yang mencakup proses dari hulu ke hilir, mulai dari pemilihan ikan segar, penggilingan daging, teknik pengadonan dengan tapioka, hingga proses penggorengan.
Antusiasme peserta terlihat tinggi pada sesi diskusi. Salah satu poin menarik yang dibahas adalah teknis resep.

Dijelaskan bahwa takaran penggunaan ikan Payus dan Udang relatif sama, jika menggunakan ikan Bandeng, komposisi daging ikan harus lebih banyak untuk mendapatkan rasa yang optimal.

Selain itu, narasumber juga membagikan tips anti-gagal dalam pembuatan kerupuk, seperti pentingnya menggunakan tepung tapioka putih berkualitas, durasi pengukusan yang tepat, serta proses pengeringan yang maksimal. “Diharapkan setelah ada kegiatan ini para keluarga nelayan dapat meningkatkan pendapatan sehingga perekonomian tetap stabil,” tegasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60