BERITABANGSA.ID, LUMAJANG – Sabtu (29/11/2025) menjadi hari yang berbeda bagi warga Dusun Sumbersari, Desa Supiturang. Suara deru mobil Pajero yang masuk ke desa bukan sekadar rombongan wisata, tetapi pembawa bantuan dan semangat baru bagi warga yang masih berjuang bangkit setelah erupsi Gunung Semeru.
Kali ini, Komunitas Pajero Indonesia Brotherhood (Pibro) kembali menunjukkan kepedulian sosialnya melalui kegiatan bakti sosial.
Mereka datang dari berbagai daerah di Jawa Timur, membawa bantuan uang tunai Rp30 juta dan 100 paket sembako berisi beras 5 kg, mi instan, dan minyak goreng. Semua bantuan diberikan langsung kepada warga terdampak, menyasar keluarga-keluarga yang hingga kini masih merasakan beratnya pemulihan.
Ketua Pibro Jawa Timur, Brow Erik, mengatakan bahwa aksi sosial ini adalah bagian dari komitmen rutin komunitasnya.
“Ini adalah wujud kepedulian terhadap sesama manusia. Kegiatan seperti ini sudah sering kami lakukan, dan nantinya juga akan diikuti beberapa chapter Pibro di wilayah Jatim, seperti Surabaya, Jember, Jombang, Mojokerto, dan Pasuruan,” ujarnya.
Kehadiran Pibro di Supiturang kali ini terasa lebih lengkap karena turut serta Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Lumajang, Gatot Sarworubedo, yang juga menjadi bagian dari komunitas tersebut. Politisi Gerindra itu dikenal hobi otomotif dan aktif mendampingi berbagai kegiatan kemanusiaan di wilayah Lumajang.
Gatot menegaskan bahwa empati dan kepedulian tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan semata. Menurutnya, warga terdampak harus benar-benar terdorong untuk menempati hunian relokasi yang telah disiapkan pemerintah.
“Pibro memberikan empati kepada warga supaya bisa menempati hunian yang sudah disediakan pemerintah. Jangan lagi tinggal di wilayah zona merah,” pesannya.
Bagi warga, bantuan ini bukan hanya soal materi, tetapi juga soal perhatian dan harapan. Fendik, salah satu warga Dusun Sumbersari, tampak menahan haru saat menerima bantuan.
“Kami sangat senang dan berterima kasih atas bantuan ini. Semoga kami bisa segera mendapatkan hunian baru dan lahan garapan pertanian yang bisa menghidupi keluarga,” tuturnya.
Di tengah kondisi yang serba sulit, kedatangan komunitas otomotif seperti Pibro membawa suasana hangat yang jarang dirasakan warga pascabencana. Kehadiran mereka menjadi pengingat bahwa masih banyak tangan-tangan yang siap membantu dan menemani masyarakat bangkit kembali.
Bakti sosial ini bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang hadir, mendengarkan, dan memastikan bahwa warga terdampak tidak merasa sendirian. Di Supiturang, hari itu, harapan kembali tumbuh.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















