Advertorial

Puncak Acara Pasar Rakyat UMi Ditutup di Kota Batu, Pacu Daya Saing UMKM Lokal

19
×

Puncak Acara Pasar Rakyat UMi Ditutup di Kota Batu, Pacu Daya Saing UMKM Lokal

Sebarkan artikel ini
UMKM
Wali Kota Batu, Nurochman mendampingi DJPb Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti berkeliling stand-stand UMKM dalam kegiatan Pasar Rakyat UMi yang digagas Pusat Investasi Pemerintah (PIP) di halaman Balai Kota Among Tani Kota Batu. (Beritabangsa.id/Pemkot Batu).

BERITABANGSA.ID, KOTA BATU – Halaman timur Balai Kota Among Tani Kota Batu dipenuhi deretan stan-stan UMKM lokal yang tertata rapi (Jum’at, 28/11). Geliat ekonomi kerakyatan seketika begitu terasa saat digelarnya Pasar Rakyat Ultra Mikro (UMi) 2025. Kegiatan yang digagas Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan dan Pemkot Batu itu diselenggarakan mulai 28-30 November.

Kota Batu ditunjuk sebagai tempat pelaksanaan puncak acara penutupan Pasar Rakyat UMi 2025 yang sebelumnya diselenggarakan di lima kota. Diawali dari Kota Bukittinggi, Kota Pekalongan, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Maros. Pasar rakyat ini dirancang sebagai panggung mengokohkan ekosistem UMKM yang berdaya saing dan berkualitas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dari tingkat lokal melalui akses pembiayaan inklusif dan strategi pembinaan.

Direktur Utama PIP, Ismed Saputra, menyampaikan Pasar Rakyat UMi terselenggara berkat kerja sama dengan Pemkot Batu Kerja sama ini merupakan peluang besar bagi Kota Batu untuk mendorong UMKM agar berkembang lebih maju. PIP mendapat mandat memberikan akses pembiayaan kepada pelaku UMKM melalui lembaga penyalur terdiri dari Himbara, BUMN, badan usaha dan koperasi.

Totalnya ada sebanyak 110 lembaga penyalur yang memberikan akses pembiayaan kepada 13,5 juta pelaku UMKM dan mengakselerasi uang senilai Rp56,1 triliun sejak 2012-2025. Selain itu, PIP juga memainkan peran pendampingan agar UMKM makin tumbuh dan berkembang. Pendampingan dijalankan melalui kerja sama dengan berbagai pihak mulai pemda, perguruan tinggi maupun kementerian/lembaga.

“PIP tidak hanya hadir dalam pembiayaan, tetapi juga siap mendukung pembentukan komunitas, pemanfaatan sumber daya lokal, hingga kolaborasi lintas sektor termasuk pengelolaan kawasan hutan berbasis pemberdayaan masyarakat,” ujar dia.

Direktur Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti melihat tingginya antusias masyarakat berbelanja di Pasar Rakyat UMi. Hal ini menunjukkan tanda-tanda positif atas digelarnya kegiatan rutin tahunan yang diprakarsai PIP untuk menciptakan suatu kolaborasi yang kokoh dengan pemerintah daerah. Serta meningkatkan kualitas sekaligus daya saing UMKM di seluruh Indonesia.

“Sehingga produk-produk UMKM di berbagai daerah, termasuk Kota Batu bisa dipasarkan dan dikenal secara luas, bahkan hingga mancanegara. Belanja produk UMKM dapat memberi manfaat atas peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional,” papar Prima.

Ia mengatakan, saat ini masih satu kerja sama yang dibangun PIP, yakni dengan Pemkot Batu. Pihaknya berharap, dengan infrastruktur yang begitu kuat, PIP bisa menambah jejaring kerja sama dengan daerah-daerah lainnya. Mengingat dari data yang disampaikan, ada sebanyak 170 juta UMKM di penjuru daerah, atau sekitar 70 persen dari populasi penduduk Indonesia sebanyak 270 juta jiwa.

Gambaran tersebut menunjukkan adanya suatu ketimpangan karena akses pembiayaan baru tersalurkan kepada 13,5 juta pelaku UMKM dengan total kucuran pembiayaan sebesar Rp44 triliun di tahun 2024. Secara spesifik di kawasan Malanf Raya akses pembiayaan baru menjangkau 14 ribu debitur pada tahun lalu.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60