Terkini

Penambang Pasir Tetap Beraktivitas di Sungai Semeru Meski APG Menerjang

28
×

Penambang Pasir Tetap Beraktivitas di Sungai Semeru Meski APG Menerjang

Sebarkan artikel ini

BERITABANGSA.ID, LUMAJANG – Aktivitas penambangan pasir di aliran sungai Gunung Semeru tak berhenti, meski ancaman bahaya melanda titik tertinggi. Sehari setelah awan panas guguran (APG) menerjang wilayah permukiman dan lahan pertanian di kawasan lereng Semeru, puluhan penambang terlihat kembali beraktivitas seperti biasa di jalur sungai yang menjadi lintasan material vulkanik.

Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran karena status Gunung Semeru per Rabu (19/11/2025) telah dinaikkan ke Level IV (Awas), tingkat tertinggi dalam status aktivitas gunung api. Kondisi tersebut menandakan adanya potensi bahaya yang bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama di daerah-daerah aliran sungai yang menjadi jalur luncur material vulkanik, termasuk APG maupun lahar.

Sebelumnya, Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), telah mengeluarkan imbauan keras kepada warga di zona merah agar segera mengungsi ke lokasi evakuasi yang disiapkan pemerintah.

Imbauan ini ditujukan khusus bagi warga Desa Sumberwuluh, Jugosari, Kecamatan Candipuro, serta warga di Kecamatan Pronojiwo.

“Keselamatan warga adalah prioritas utama kami. Evakuasi ini dilakukan agar setiap keluarga terlindungi, dan prosesnya sudah dirancang dengan aman dan tertib,” tegas Bunda Indah dalam keterangannya, Rabu (19/11/2025), sesuai dengan Surat Edaran Nomor 500.10.2.3/X/427.14/2025 tentang Penghentian Sementara Kegiatan Pertambangan Akibat Erupsi Gunung Semeru.

Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa tidak sedikit penambang yang tetap memilih bertahan dan melanjutkan pekerjaan mereka di dasar sungai. Gelondongan pasir yang diangkut, suara mesin sedot, serta hilir-mudik kendaraan pengangkut tampak berjalan normal seolah ancaman APG bukanlah sesuatu yang mengkhawatirkan.

Padahal, potensi bahaya masih sangat tinggi. APG dapat kembali meluncur tanpa tanda-tanda yang mudah diprediksi, sementara aliran sungai merupakan jalur paling rawan terpapar material panas tersebut. Pemerintah daerah dan BPBD Lumajang telah berulang kali mengingatkan bahwa keselamatan tidak dapat ditawar.

BPBD Lumajang menjelaskan bahwa lokasi evakuasi sudah dipersiapkan dengan matang dan relawan telah dikerahkan untuk membantu mobilitas warga. Pemerintah juga mengimbau masyarakat membawa perlengkapan sederhana seperti masker, air minum, obat-obatan, hingga dokumen pribadi penting saat proses evakuasi.

“Dengan kesiapsiagaan yang tepat, kita menghadapi situasi ini dengan tenang. Pemerintah bersama masyarakat selalu siap mendukung dan menjaga keselamatan warga,” tambah Bunda Indah.

Di tengah situasi genting ini, masyarakat diminta untuk tetap mengacu pada informasi resmi dari pemerintah serta menjauhi rumor yang tidak terverifikasi. Keputusan bertahan di area berbahaya seperti jalur sungai bukan hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga menyulitkan proses penyelamatan jika terjadi erupsi susulan.

Dengan status Semeru yang masih berada pada Level IV (Awas), pemerintah kembali menegaskan bahwa aktivitas penambangan sebaiknya dihentikan sementara demi menjaga keselamatan bersama. Semeru adalah gunung aktif yang tidak bisa diprediksi, dan setiap nyawa lebih berharga daripada sekarung pasir.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60