Terkini

Erupsi Gunung Semeru Ratakan Dusun Sumbersari, Ratusan Rumah Hancur

28
×

Erupsi Gunung Semeru Ratakan Dusun Sumbersari, Ratusan Rumah Hancur

Sebarkan artikel ini

BERITABANGSA.ID, LUMAJANG – Dampak erupsi Gunung Semeru kembali memukul keras kehidupan warga di lereng gunung tertinggi di Jawa itu. Di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, hamparan kehancuran terlihat sejauh mata memandang. Ratusan rumah warga rata dengan tanah, termasuk bangunan Sekolah Dasar Negeri Supiturang 02 yang kini hanya menyisakan puing-puing dinding dan atap yang berserakan.

Material vulkanik yang menyapu kawasan tersebut masih tampak mengeluarkan hawa panas pada Kamis (20/11/2025) pagi tadi, meskipun hujan deras mengguyur sejak malam sebelumnya. Asap tipis masih mengepul dari endapan lahar dan abu yang menumpuk di sekitar permukiman, menandakan betapa kuatnya guguran awan panas yang melanda.

“Rumah saya sudah nggak berbentuk. Yang ada cuma puing dan abu tebal. Tapi saya tetap kembali untuk lihat apa yang bisa diselamatkan, walaupun mungkin tinggal sedikit,” ujar Sam, warga setempat yang dengan hati-hati mengais barang-barang yang masih tersisa.

Tidak sedikit warga yang kembali ke reruntuhan rumahnya meski situasi masih belum benar-benar aman. Mereka mencoba menyelamatkan dokumen, pakaian, dan perabot kecil yang masih utuh. Beberapa membawa karung, ada pula yang hanya bermodalkan tas kecil.

Di tengah kesibukan warga yang mulai bergerak mandiri, aparat dan relawan masih membatasi akses ke beberapa titik yang dinilai berbahaya. Material vulkanik yang masih panas dikhawatirkan memicu bahaya lanjutan, terutama ketika terjadi arus hujan yang dapat membawa lahar dingin.

“Kami meminta warga tetap berhati-hati. Meski aktivitas gunung cenderung menurun, material panas masih ada di beberapa lokasi,” kata relawan dari komunitas SAR Lumajang yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang masih belum mengeluarkan data resmi terkait jumlah bangunan yang rusak. Proses asesmen masih berlangsung karena sejumlah titik belum bisa diakses akibat suhu material vulkanik yang masih tinggi.

“Tim masih melakukan pendataan. Kami belum bisa merilis angka pastinya karena kondisi di lapangan sangat dinamis,” ujar salah satu petugas BPBD di lokasi.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, belum memberikan pernyataan resmi mengenai kondisi terbaru. Pihaknya disebut masih memprioritaskan penanganan darurat dan penilaian risiko lanjutan di wilayah terdampak erupsi.

Di tengah kepanikan dan kesedihan, warga tetap menunjukkan keteguhan mereka. Beberapa membantu tetangganya mengangkat barang-barang, sebagian lainnya memastikan hewan ternak mereka selamat. “Kami saling bantu dulu. Yang penting nyawa selamat, harta bisa dicari lagi,” ungkap Misbakhul Munir, warga lainnya.

Dengan kondisi yang masih belum stabil, masyarakat berharap pemerintah bergerak cepat untuk memastikan keselamatan, kebutuhan logistik, dan pemulihan wilayah yang porak-poranda. Hingga kini, awan kelabu masih menggantung di langit Supiturang, seakan menjadi saksi bisu atas tragedi yang baru saja berlangsung.

Cuaca mendung menyelimuti Kabupaten Lumajang.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60