Pendidikan

Unusa Resmikan Tax Center Dorong Literasi Pajak dan Ekonomi Kreatif

21
×

Unusa Resmikan Tax Center Dorong Literasi Pajak dan Ekonomi Kreatif

Sebarkan artikel ini
Unusa

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Fakultas Ekonomi, Bisnis, dan Teknologi Digital (FEBTD) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menggelar seminar bertajuk Accounting to Action: Driving Creative Economy, Research and Tax Literacy for Global Impact.

Kegiatan ini menjadi wujud sinergi nyata antara dunia akademik dan otoritas pajak dalam memperkuat literasi pajak nasional sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif di era digital.

Dalam kesempatan tersebut, Unusa bersama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kantor Wilayah Jawa Timur I meresmikan Tax Center Unusa.

Peresmian ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra pemerintah untuk menumbuhkan kesadaran dan kepatuhan pajak di kalangan generasi muda.

Peresmian dilakukan oleh Wakil Rektor II Unusa, Profesor Mohamad Yusak Anshori. Dalam sambutannya, Yusak menekankan pentingnya peran akuntansi dan perpajakan sebagai fondasi tata kelola keuangan yang transparan, inovatif, dan berkeadilan.

“Akuntansi bukan sekadar mencatat angka, melainkan bahasa pengambilan keputusan dan strategi yang mendukung inovasi serta literasi pajak. Dengan diresmikannya Tax Center bersama DJP, Unusa siap menjadi mitra strategis dalam meningkatkan kesadaran pajak di kalangan akademisi dan masyarakat,” ujarnya.

Tax Center Unusa nantinya akan berfungsi sebagai pusat pembelajaran, konsultasi, dan penelitian di bidang perpajakan.

Lembaga ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan praktisi pajak untuk mengembangkan inovasi serta memperluas literasi pajak di tingkat lokal maupun global.

“Unusa ingin melahirkan akuntan yang bukan hanya ahli menghitung, tetapi juga mampu berpikir kritis, berinovasi, dan memberi dampak bagi bangsa,” tambah Yusak.

Penyuluh Pajak Ahli Madya Kanwil DJP Jatim I, Alfatir Badra, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa pajak memiliki peran vital dalam pembangunan nasional.

Menurutnya, sistem pajak Indonesia bersifat progresif dan berkeadilan, sehingga pemahaman akuntansi perpajakan menjadi kunci dalam membangun sistem yang patuh dan efisien.

“Pajak bukan sekadar kewajiban, tetapi bentuk kontribusi nyata terhadap kemandirian bangsa. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan DJP ini diharapkan dapat mempermudah serta memperluas pemahaman masyarakat tentang pentingnya pajak,” ujarnya.

Selain peresmian, kegiatan ini juga menghadirkan seminar internasional yang membahas transformasi profesi akuntan di era digital dan ekonomi kreatif.

Kepala Program Studi Akuntansi Unusa, Dr. Endah Tri Wahyuningtyas, membuka sesi dengan topik Accounting is Cool: From Classroom to Creative and Global Opportunities. Ia mengajak peserta untuk mengubah paradigma lama tentang akuntansi yang dianggap kaku dan terbatas pada angka.

“Akuntan modern harus mampu menjadi data analyst, ESG specialist, bahkan financial storyteller. Adaptasi terhadap teknologi dan kecerdasan buatan (AI) adalah kunci masa depan profesi akuntan,” tegasnya.

Dari perspektif global, Emeritus Prof. Dr. Ainin Sulaiman dari University of Malaya Wales memaparkan bahwa profesi akuntan kini semakin terintegrasi dengan teknologi seperti AI, Big Data, dan Blockchain.

Menurutnya, akuntansi tidak lagi hanya berfokus pada laporan keuangan, tetapi juga mencakup riset keberlanjutan (ESG), perilaku organisasi, dan etika bisnis. “Ini peluang besar bagi generasi muda untuk berpikir global dan berkontribusi pada inovasi lintas disiplin,” ujarnya.

Sementara itu, CEO PT Candranaya Lestari, Dr. Sinta Kartikasari, menyoroti pentingnya kedisiplinan pencatatan dalam menjaga kesehatan bisnis.

Ia menilai tantangan utama dunia usaha bukan pada biaya atau regulasi, melainkan pada mindset sumber daya manusia yang belum siap beradaptasi dengan transformasi digital.

“Setiap data keuangan adalah amunisi bagi pengambilan keputusan. Bahkan di industri kecantikan, setiap treatment dan produk merupakan entri jurnal yang harus akurat. Akuntansi membantu bisnis tetap efisien dan kreatif,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Unusa menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi akuntan muda yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing global.

Ia menyebut, keberadaan Tax Center diharapkan menjadi motor penggerak dalam membangun ekosistem pajak yang transparan, kreatif, dan berkelanjutan, serta memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan menuju tata kelola ekonomi nasional yang lebih cerdas dan inklusif.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60