Terkini

Dosen Komunikasi UINKHAS Jember Kritisi Trans 7, Diduga Lecehkan Pesantren Lirboyo

17
×

Dosen Komunikasi UINKHAS Jember Kritisi Trans 7, Diduga Lecehkan Pesantren Lirboyo

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar tayangan Xpose Uncensored oleh Trans 7

BERITABANGSA.ID, JEMBER – Dosen Ilmu Komunikasi Jurnalistik UINKHAS Jember, Doktor Siti Raudhatul Jannah menyampaikan sejumlah catatan kritik terhadap program ‘Xpose Uncensored’ tayangan Trans 7 pada Senin, 13 Oktober 2025 lalu, dengan judul “Santrinya Minum Susu Aja Kudu Jongkok, Emang Gini Kehidupan Pondok?

Tayangan tersebut diduga telah melecehkan Pondok Pesantren Lirboyo, hingga menuai kecaman dari masyarakat umum, terkhusus kalangan santri.

Kritik pertama, ia menilai Trans 7 telah melanggar kode etik jurnalistik.

“Satu hal prinsip yang telah dilanggar oleh Trans 7, sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ), yakni penyajian tayangan tersebut tidak cover both side. Sesuai KEJ, perusahaan media haruslah melakukan cover both side di semua produk jurnalistiknya. Dengan azas ini, maka harus ditampilkan di frame yang sama atau minimal di scene berurutan bahwa tanggapan dari ‘tuduhan’ Trans 7 itu, ada jawaban dari pihak tertuduh. Jika tidak, maka Trans 7 telah melakukan fitnah kepada tertuduh,” ujar Siti Raudhatul Jannah kepada Beritabangsa.id, Rabu 22 Oktober 2025.

Siti kemudian mengomentari pemilihan diksi dalam tayangan itu yang dinilai sebagai dugaan pelecehan terhadap tradisi dalam pesantren. Salah satu kalimat dalam tayangan itu berbunyi, “bukan hanya santri yang masih usia anak-anak, yang sudah bapak-bapak pun ketemu Kiai masih ngesot untuk mencium tangan, dan yang mencengangkan ternyata yang ngesot itu lah yang kasih amplop. Netizen pun makin curiga nih, bahwa ini lah sebabnya sebagian Kiai makin kaya raya.”

“Apapun bentuk kritik Trans 7 kepada siapapun, maka haruslah melalui seleksi, di antaranya seleksi etis. Apakah etis Trans 7 mengkritik sebuah nilai dan budaya yang telah diyakini baik dan dipraktikkan oleh suatu kelompok? Apa dasar Trans 7 melakukan itu? Apakah karena ia media kemudian berhak menjustifikasi? Jelas tidak boleh,” lanjutnya.

Siti menyayangkan sikap Trans 7 yang tidak menghormati terhadap nilai-nilai budaya yang telah dianggap baik oleh suatu kelompok masyarakat. Siti meyakini perusahaan media besar sekelas Trans 7 sudah paham akan prinsip tersebut.

“Prinsip-prinsip ini seharusnya dijaga, terlebih sekelas Trans 7,” pesannya.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60