BERITABANGSA.ID, SIDOARJO – RS Bhayangkara Polda Jawa Timur di Surabaya menjadi pusat post mortem untuk mengindentifikasi korban ambruknya bangunan Ponoes Al-Khoziny.
RS Bhayangkara dipilih karena dinilai memiliki prasarana yang lebih lengkap serta dapat menampung hingga 100 jenazah.
Hingga saat ini, proses evakuasi korban memasuki hari ke-5. Sejak dilakukan proses evakuasi tahap dua atau menggunakan alat berat pada Kamis siang kemarin. Sedikitnya 5 orang korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR khusus, dan alat berat khusus dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo tadi menyampaikan, kelima jenazah telah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification atau DVI.
“Sejak tadi pagi, sekitar pukul 07.30 WIB, kelima korban berhasil dievakuasi dengan waktu berantai atau dengan waktu yang berdekatan,” kata Yudhi
Dari pantauan di lokasi, ambulan jenazah ke-5 nampak keluar dari area steril pada pukul 14.00 WIB tadi dan langsung dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya.
Hingga sore ini, proses identifikasi masih berlangsung guna memastikan identitas para korban sebelum diserahkan kepada keluarga. Total korban yang berhasil di selamatkan tim SAR yakni 23 orang, 10 di antaranya meninggal dunia.
Identitas 10 jenazah tersebut masih dalam proses identifikasi. Sementara, Basarnas menyebut masih ada sekitar 50 lebih korban diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan,
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.


















