Pendidikan

Peresmian Tujuh Gedung Baru UNAIR, Momentum Menuju World Class University

14
×

Peresmian Tujuh Gedung Baru UNAIR, Momentum Menuju World Class University

Sebarkan artikel ini
UNAIR

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan capaian penting dengan meresmikan tujuh gedung baru di lingkungan kampus.

Acara peresmian berlangsung di Hall Gedung Manajemen lantai 1, Kampus MERR-C UNAIR, Kamis (25/9/2025), dan dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Diktisaintek), Prof Brian Yuliarto PhD.

Dalam sambutannya, Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan, menegaskan bahwa pembangunan ini menjadi tonggak penting bagi UNAIR dalam mewujudkan visi sebagai universitas kelas dunia.

Menurutnya, kemandirian finansial menjadi aspek utama yang membuat pembangunan infrastruktur ini istimewa.

“Syukur Alhamdulillah, tujuh gedung yang diresmikan Pak Menteri ini tidak menggunakan dana APBN. Semuanya dibangun melalui dana masyarakat atau sumber daya Universitas Airlangga sendiri, sehingga tidak membebani negara,” ujar Prof Madyan.

Adapun gedung yang diresmikan terdiri dari empat gedung di Kampus MERR-C dan tiga gedung di Kampus Dharmawangsa-B.

Ketujuhnya yakni Gedung Nano, Gedung Nani, Gedung Dormitory, Gedung Workshop, Gedung A.G. Pringgodigdo, Gedung Soetandyo, serta Masjid Nuruzzaman.

Menteri Prof Brian Yuliarto memberikan apresiasi tinggi atas capaian UNAIR yang mampu membangun infrastruktur tanpa mengandalkan APBN.

Ia menilai langkah ini menjadi teladan bagi perguruan tinggi lain, baik negeri maupun swasta, dalam mengelola kemandirian finansial.

“UNAIR adalah contoh nyata bahwa kampus bisa tumbuh mandiri tanpa bergantung pada UKT mahasiswa, khususnya S1. Kampus dapat menjadi pusat unggulan dengan menggali berbagai potensi yang dimiliki,” ungkap Brian.

Lebih lanjut, ia mendorong perguruan tinggi untuk bersinergi aktif dengan industri dalam memperkuat kemandirian bangsa.

“Kampus harus menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi Indonesia. Banyak sektor yang bisa dijelajahi, mulai dari pertanian, ketahanan pangan, hingga kesehatan,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor UNAIR periode 2015–2025, Prof Dr Mohammad Nasih, turut memberikan refleksi atas perjalanan pembangunan infrastruktur kampus selama masa kepemimpinannya.

Ia menekankan bahwa capaian tersebut lahir dari pengelolaan anggaran yang efektif dan produktif, bukan sekadar efisiensi.

“Keberhasilan pembangunan ini bukan semata karena rektornya, melainkan hasil pengelolaan yang efektif sehingga anggaran yang tidak terlalu besar bisa didistribusikan dengan baik,” ungkap Prof Nasih.

Dengan peresmian tujuh gedung baru ini, UNAIR tidak hanya memperluas fasilitas akademik dan non-akademik, tetapi juga mempertegas peran sebagai institusi pendidikan tinggi yang mandiri, adaptif, dan siap bersaing di tingkat global.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60