BERITABANGSA.ID, SURABAYA – PT KAI Commuter Area 8 Surabaya mencatat lonjakan jumlah penumpang pada momentum libur panjang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, 5–7 September 2025.
Selama tiga hari tersebut, sebanyak 151.937 pengguna memanfaatkan layanan Commuter Line di wilayah Surabaya, dengan rata-rata lebih dari 50.000 penumpang per hari.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, menyebut angka ini meningkat 7 persen dibandingkan periode libur panjang sebelumnya pada HUT Kemerdekaan RI, yang mencatat rata-rata lebih dari 47.000 penumpang per hari.
“Data ini menunjukkan tingginya minat dan kepercayaan masyarakat terhadap Commuter Line sebagai moda transportasi utama untuk mobilitas mereka,” ujar Joni.
Ia menambahkan, penggunaan Commuter Line tidak hanya terbatas pada aktivitas sehari-hari, tetapi juga dimanfaatkan masyarakat untuk perjalanan liburan maupun kunjungan keluarga.
Keunggulan Commuter Line yang bebas macet serta jadwal keberangkatan yang fleksibel menjadikannya pilihan rasional bagi masyarakat urban.
“Selain lebih terjangkau dan efektif, Commuter Line memberikan kemudahan bagi pengguna dalam menyesuaikan waktu keberangkatan sesuai kebutuhan,” imbuhnya.
Selama periode libur panjang, KAI Commuter Area 8 Surabaya mengoperasikan 50 perjalanan harian yang menghubungkan Surabaya dengan Malang, Blitar, Kertosono, hingga Mojokerto.
Dari seluruh jaringan, Stasiun Surabaya Gubeng mencatat volume tertinggi, dengan 18.003 penumpang naik dan 19.736 penumpang turun.
Stasiun Wonokromo juga mencatat aktivitas signifikan dengan 11.836 penumpang naik dan 13.341 penumpang turun, disusul Stasiun Malang dengan 11.640 penumpang naik dan 11.746 penumpang turun.
Peningkatan ini menjadi indikator bahwa Commuter Line telah menjadi moda transportasi andalan masyarakat di Jawa Timur.
“Kami menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat dalam menggunakan layanan Commuter Line. Dengan capaian yang terus meningkat, KAI Commuter berkomitmen menghadirkan layanan terbaik dan berinovasi agar kereta komuter semakin menjadi transportasi pilihan utama,” tutup Joni.


















