BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) kembali menggelar konferensi internasional bertajuk International Conference on Applied Sciences, Education and Technology (iConASET) 2025.
Konferensi yang telah memasuki edisi keempat ini mengusung tema Entering Society 5.0, Adaptation and Enhancement, dengan fokus pada kesiapan pendidikan, ilmu pengetahuan, dan teknologi dalam menghadapi era masyarakat 5.0.
Acara pembukaan berlangsung di Ruang Theater Kampus C Unusa, Rabu (27/8), dan dihadiri akademisi dalam maupun luar negeri.
Rektor Unusa, Achmad Jazidie, menyampaikan bahwa pertumbuhan jumlah peserta dan makalah dari tahun ke tahun menunjukkan tingginya atensi komunitas akademik internasional terhadap forum ini.
“Sejak pertama kali mencetuskan iConASET, jumlah peserta, makalah, hingga pembicara terus meningkat. Forum ini tidak hanya menguatkan jejaring internasional, tetapi juga meningkatkan kontribusi publikasi ilmiah di jurnal bereputasi,” ujar Profesor ini.
Menurutnya, visi utama iConASET adalah menjadikan konferensi ini sebagai ikon sekaligus aset akademik Unusa. Kehadiran konferensi rutin berskala global ini juga mempertegas posisi Unusa sebagai perguruan tinggi NU yang konsisten membangun reputasi internasional melalui riset dan publikasi.
Salah satu sesi yang menyita perhatian adalah paparan Profesor Shane Snyder dari Georgia Institute of Technology, Amerika Serikat.
Ia membahas isu krusial mengenai krisis air bersih dan sanitasi yang masih menjadi problematika besar di banyak negara berkembang.
Menurutnya, air bersih merupakan fondasi kehidupan yang sehat, tetapi kerap kali diabaikan dalam pembangunan.
Isu tersebut ditanggapi langsung oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unusa, Achmad Syafiuddin, yang menawarkan dua gagasan besar pengelolaan air.


















