BERITABANGSA.ID, SAMPANG – Ketua Kelompok Tani (Poktan) Rukun Tani, Uno, warga Desa Pajeruan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, mengaku menjadi korban pemukulan oleh seseorang berinisial K yang mengaku sebagai kepala desa setempat.
Uno menuturkan, peristiwa itu terjadi saat ia bersama menantunya mengendarai sepeda motor. Dari belakang, sebuah mobil seakan hendak menabrak sehingga ia memilih menepi memberi jalan. Namun setelah menyalip, pengemudi mobil tersebut justru kembali memepet motornya hingga hampir terjatuh.
“Menantu saya sempat memukul pintu mobil itu. Lalu K keluar dari mobil dan langsung marah sambil memukul pipi saya dua kali. Dia berkata: ‘Kurang ajar, kamu tahu siapa saya? Saya ini Kades Pajeruan, semua urusan desa terserah saya,’” ujar Uno saat dihubungi melalui telepon seluler, Minggu (17/08/2025).
Menurut Uno, ucapan tersebut membuatnya yakin insiden ini berkaitan dengan persoalan penebusan pupuk subsidi yang ia tangani sebagai ketua kelompok tani. “Saya punya SK resmi, tugas saya menyalurkan pupuk untuk kebutuhan masyarakat desa,” tegasnya.
Keesokan harinya, Uno langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Kedungdung. Ia juga telah menjalani visum sebagai bagian dari proses hukum.
“Kami berharap Polsek Kedungdung segera memproses perkara ini dan menindak pelaku sesuai aturan,” pungkas Uno.
Hingga berita ini diterbitkan, wartawan Beritabangsa.id masih berupaya mengonfirmasi Kapolsek Kedungdung iptu Syafriwanto melalui pesan WhatsApp, namun belum mendapat jawaban.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















