Terkini

Duh, di Jember Harga Eceran BBM Tembus Rp30 Ribu Per Liter

36
×

Duh, di Jember Harga Eceran BBM Tembus Rp30 Ribu Per Liter

Sebarkan artikel ini
BBM
SPBU yang diserbu warga

BERITABANGSA.ID, LUMAJANG — Bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, semakin meresahkan masyarakat. Penyebab utamanya adalah penutupan total Jalur Gumitir sejak 24 Juli 2025, sehingga berdampak besar terhadap pasokan energi dari Banyuwangi ke Jember dan sekitarnya.

Penutupan jalur nasional di kawasan Alas Gumitir, tepatnya di KM 233+500 (tikungan Mbah Singo), dilakukan untuk perbaikan jalan dan jembatan hingga 24 September 2025. Akibatnya, jalur distribusi BBM terganggu dan menyebabkan pasokan tersendat.

Kondisi ini memicu panic buying di sejumlah SPBU. Masyarakat khawatir BBM akan terus langka dan harga melambung tinggi. Antrean panjang terlihat di berbagai SPBU, bahkan banyak warga rela menunggu sejak pagi tanpa kepastian.

“Saya dari jam enam pagi sampai sekarang belum dapat BBM,” kata Yasin, warga Kecamatan Kedungjajang, Lumajang, Selasa (29/7/2025).

Tak hanya di SPBU, penjualan BBM eceran di pelosok daerah Jember juga melonjak drastis. Di beberapa titik, Pertalite dijual seharga Rp25 – 30.000 per liter, jauh di atas harga normal.

“Alhamdulillah, aku kemarin malam beli di langganan dekat Jalan Sembon, botol besar harganya masih Rp18 ribu,” ujar Siwi JK, warga Kecamatan Jatiroto.

Warga lainnya, yang membeli di Desa Sukosari, mengaku mendapatkan satu botol penuh ukuran 1,5 liter dengan harga Rp25 ribu.

Panic buying memperparah krisis BBM yang terjadi. Banyak warga memborong dalam jumlah besar karena takut kehabisan, membuat stok semakin cepat menipis.

“Fenomena panic buying ini menyebabkan kelangkaan makin parah. Konsumen membeli berlebihan karena takut tidak kebagian, padahal justru itu yang bikin BBM makin susah dicari,” ujar salah satu petugas SPBU.

Menanggapi situasi ini, Area Manager Comm, Rel. & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa pihaknya telah memetakan jalur alternatif sejak awal Juli. Kini, distribusi BBM dialihkan melalui rute Banyuwangi – Situbondo – Arak-Arak – Bondowoso – Jember.

Namun, jalur tersebut hanya bisa dilalui oleh mobil tangki berkapasitas tertentu dan memerlukan pengawalan, karena medannya cukup menantang.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan Satlantas dan Polres di wilayah terkait untuk pengamanan, serta menyediakan unit mobil tangki bantuan dari Instalasi Surabaya Group sebanyak 160 KL per hari,” jelas Ahad.

Untuk distribusi LPG, kata dia, jika terjadi kendala dari jalur Banyuwangi, penyaluran akan dialihkan dari Gresik.

Ahad memastikan bahwa Pertamina terus berupaya menjaga ketersediaan energi di tengah kendala logistik ini. Masyarakat juga diimbau untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak panik.

Untuk informasi dan pengaduan, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Center 135.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60