Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, yang hadir mewakili Wali Kota, menekankan pentingnya pendekatan pentahelix dalam membangun program yang berdampak jangka panjang.
“Lingkungan menjadi sesuatu yang harus kita jaga, tidak hanya untuk masa sekarang tetapi juga untuk masa yang akan datang dan untuk diwariskan. Setiap kami berdiskusi bersama pihak yang membantu, memang pendekatannya adalah pentahelix. Program luar biasa seperti ini muncul dari sektor bisnis, lalu unsur pemerintah terlibat, dan semua pihak memberi dukungan,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan JAGIR berlangsung selama empat hari, dimulai sejak 23 Juli 2025 bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional.
Berbagai kegiatan edukatif dan partisipatif digelar, mulai dari lomba mewarnai, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pertunjukan seni budaya dari komunitas lokal dan universitas.
Pertunjukan musik senja turut menambah semarak suasana tepian sungai, menghadirkan nuansa baru di kawasan Jagir.
Puncak acara yang digelar pada Sabtu, (26/7/2025), ditandai dengan prosesi sedekah bumi, penandatanganan nota kesepahaman dengan sejumlah mitra strategis, serta menjadi bagian dari perayaan 50 tahun Samator Group.
Band Coldiac turut memeriahkan suasana dengan penampilan spesial di panggung tepi sungai.
Ketua Yayasan Hartari, Indra Perdana, menegaskan bahwa keberhasilan program JAGIR sangat bergantung pada kekuatan kolaborasi lintas sektor.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya melibatkan komunitas lokal, akademisi dari Universitas Gadjah Mada dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember, mitra swasta, serta instansi seperti Balai Besar Wilayah Sungai, Perum Jasa Tirta I, dan Dinas Lingkungan Hidup.
“Kami menyadari bahwa keberhasilan program JAGIR hanya bisa dicapai melalui kerja sama yang kuat dan menyeluruh. Oleh karena itu, kami melibatkan berbagai pihak—komunitas lokal, akademisi, mitra swasta, serta instansi teknis yang relevan,” jelas Indra.
Lebih dari sekadar proyek infrastruktur, revitalisasi Sungai Jagir merupakan upaya membangun kesadaran kolektif bahwa sungai yang bersih dan lestari adalah tanggung jawab bersama.
Ia menambahkan, melalui program edukasi, aksi sosial, dan pemeliharaan berkelanjutan, Hartari mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengalirkan arus perubahan, dimulai dari satu langkah nyata di tepian Sungai Jagir.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.


















