Pendidikan

Mahasiswa Unair Ubah Limbah Tulang Bandeng Jadi Penyedap Rasa Alami

44
×

Mahasiswa Unair Ubah Limbah Tulang Bandeng Jadi Penyedap Rasa Alami

Sebarkan artikel ini
Unair
Tim BANDALA, salah satu tim PKM UNAIR yang berhasil lolos pendanaan.

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Inovasi berbasis lingkungan dan kesehatan kembali datang dari mahasiswa Universitas Airlangga (Unair).

Melalui gagasan bertajuk Bandala, lima mahasiswa lintas fakultas menciptakan solusi pemberdayaan masyarakat berbasis pemanfaatan limbah tulang ikan bandeng.

Program ini menyasar kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Segoro Tambak, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, sebagai mitra utama.

Bandala merupakan akronim dari “Pemberdayaan Kelompok PKK Kawasan Dadapan Desa Segoro Tambak Melalui Pengolahan Limbah Tulang Ikan Bandeng Menjadi Penyedap Rasa Alami.”

Gagasan tersebut berhasil memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui skema Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Pemberdayaan Masyarakat 2025.

Tim mahasiswa ini terdiri dari Maulya Afifah Zahra dari Fakultas Perikanan dan Kelautan sebagai ketua, serta empat anggota lainnya yaitu Nindi Amalia Putri Abdul Syakur dan Queena Nadira Sam dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Muhammad Naufal Al Hasani dari Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin, serta Adira Acnaya Putri dari Fakultas Perikanan dan Kelautan.

Seluruh proses pendampingan dan pembinaan dilakukan di bawah arahan dosen pembimbing Annur Ahadi Abdillah.

Maulya, yang akrab disapa Alya, mengungkapkan bahwa ide ini lahir dari hasil observasi terhadap realitas di kawasan pesisir.

Salah satu temuan utama mereka adalah belum adanya pemanfaatan limbah tulang bandeng yang dihasilkan dari kegiatan pencabutan duri oleh warga.

Limbah tersebut selama ini dibuang sembarangan dan bahkan menimbulkan potensi bahaya bagi lingkungan sekitar.

“Di kawasan ini banyak warga yang terlibat dalam pengolahan ikan bandeng, terutama pada proses pencabutan duri. Limbah tulangnya dibiarkan begitu saja. Padahal, tulang tersebut kaya akan kalsium dan dapat diolah menjadi produk bernilai guna, salah satunya sebagai penyedap rasa alami,” jelas Alya.

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa keberadaan BANDALA menjadi alternatif yang relevan di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap penggunaan monosodium glutamate (MSG) secara berlebihan.

Produk hasil ekstraksi tulang bandeng ini dikembangkan tanpa tambahan bahan sintetis, menjadikannya lebih aman untuk dikonsumsi.

“Stigma terhadap MSG cukup kuat di masyarakat, sering kali dikaitkan dengan berbagai dampak kesehatan. Bandala kami hadirkan sebagai opsi penyedap rasa alami yang tidak hanya sehat, tetapi juga ramah lingkungan,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan program, tim secara strategis menggandeng kelompok PKK di kawasan Dadapan sebagai mitra pelaksana.

Kelompok ini dipilih karena dinilai memiliki tingkat partisipasi dan kemandirian sosial yang tinggi. Kegiatan rutin yang telah dijalankan oleh kelompok tersebut menjadi dasar pertimbangan untuk memastikan keberlanjutan program.

“Kelompok PKK di sini sangat aktif dan terbiasa menjalankan kegiatan secara mandiri. Dengan potensi ini, kami optimistis bahwa program Bandala bisa dijalankan secara berkelanjutan bahkan setelah masa pendampingan selesai,” ungkap Alya.

Saat ini, tim masih dalam tahap persiapan uji coba produk. Namun demikian, mereka menaruh harapan besar agar Bandala tidak hanya menjadi solusi lokal, tetapi juga memiliki dampak lebih luas dalam hal pemberdayaan ekonomi, pengurangan limbah, serta penyediaan alternatif pangan yang lebih sehat.

“Kami berharap Bandala bisa dikembangkan lebih jauh, bukan sekadar proyek proposal. Ini bisa menjadi produk unggulan lokal yang berdaya saing dan berdampak langsung pada masyarakat,” pungkas Alya.

Melalui pendekatan berbasis komunitas, integrasi ilmu lintas disiplin, serta kesadaran ekologis, Baandala menjadi wujud nyata kontribusi generasi muda dalam menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara simultan.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60