BERITABANGSA.ID, JEMBER – Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) menunjukkan jumlah penderita diabetes melitus (DM) di dunia pada 2021 mencapai 537 juta.
Angka ini diprediksi akan terus meningkat mencapai 643 juta di 2030 dan 783 juta pada 2045.
Menurut IDF, Indonesia menduduki peringkat kelima negara dengan jumlah diabetes terbanyak dengan 19,5 juta penderita di 2021 dan diprediksi akan menjadi 28,6 juta pada 2045.
Persoalan ini juga menjadi perhatian dari kalangan akademisi perguruan tinggi.
Kelompok dosen Politeknik Negeri Jember yang terdiri dari Rossalina Adi Wijayanti, Novita Nuraini, Rahmat Ali Syaban, Sri Sundari, kompak melakukan pendampingan kepada masyarakat untuk meminimalisir seseorang dari penyakit diabetes.
Rossalina mengatakan, diabetes sudah menjangkiti seluruh usia.
“Diabetes melitus ini sudah menyebar luas, segala kalangan hari ini itu sudah mulai terjangkiti DM, anak kecil pun juga ada yang mengidap DM,” kata Rossa kepada Beritabangsa.id, Rabu 7 Agustus 2024.
Rossa bersama timnya, memberikan penyuluhan faktor risiko DM kepada kelompok binaan prolanis DM di Klinik Suherman, yang mayoritas merupakan masyarakat lansia aktif.
Menurutnya salah satu cara yang efektif untuk mencegah, maupun mengobati DM dengan selektif dalam mengonsumsi makanan.
“Nasi yang masih tinggi kandungan glukosa, bisa diganti dengan umbi Yakon. Umbi jenis ini mengandung fruktooligosakarida yang tinggi, dan tidak dimetabolisme dalam saluran pencernaan manusia, sehingga apabila dikonsumsi tidak meningkatkan glukosa dalam darah,” jelas Rossa.


















