Pemerintahan

DPRD Magetan Soroti Proyek Strategis Nasional Perpres 80/2019

180
×

DPRD Magetan Soroti Proyek Strategis Nasional Perpres 80/2019

Sebarkan artikel ini
Proyek strategis Nasional
Pj Bupati Magetan Ir.Hergunadi saat membacakan jawaban Fraksi - Fraksi DPRD

BERITABANGSA.ID, MAGETAN – Pelaksanaan Perpres 80 tahun 2019 memuat proyek strategis nasional, tentang percepatan pembangunan ekonomi di Kawasan Gresik – Bangkalan – Mojokerto – Surabaya – Bangkalan – Sidoarjo – Lamongan, Kawasan Bromo – Tengger – Semeru, dan kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan, disorot DPRD Magetan.

Ketua DPRD Magetan Haji Sujatno saat paripurna DPRD dengan agenda mendengarkan jawaban bupati atas pandangan umum (PU) fraksi-fraksi dalam LPJ APBD TA 2023, Jumat (21/6/2024).

Salah satunya relokasi LIK. Menurutnya sampai saat ini belum ada proges yang yang disampaikan Pemkab Magetan.

“Dari 2019 sampai sekarang progresnya belum nampak,” ujar Sujatno.

Ditambahkan relokasi LIK membutuhkan lahan minimal 10 hektare, dan juga butuh akses jalan asuk lokasi.

“Siapkah Pemkab untuk menyiapkan lahan 10 hektare dan tadi sudah dijawab siap, perlu proges perkembangan dalam pelaksanaan,” ujarnya.

Selain itu dalam paripurna tadi PJ Bupati juga telah menjawab dari PU Fraksi Fraksi yang tadi sudah dijawab Bupati.

“Kita cermati dan perdalam dari pertanyaan dalam PU fraksi,” terang Sujatno.

“Dan yang belum terjawab akan kita rapatkan antara banggar dan SKPD untuk memperdalam,” imbuhnya.

Selain itu dari hasil temuan BPK dalam pelaksanaan APBD 2023 juga dicermati bersama.

“Kami tidak menyoroti angka angka, karena itu sudah diperiksa BPK, namun yang perlu kita cermati adalah kebijakan kebijakan apa yang telah diambil pemerintah dalam pelaksanaan APBD TA 2023.

Sementara itu Pj Bupati Magetan, Hergunadi, menyampaikan yang konsern dengan beberapa temuan BPK yang sangat krusial, seperti PAD, retribusi, penataan aset, dan SIPD.

“Yang lainnya kita mesti tindaklanjuti semua temuan BPK,” kata Hergunadi.

Sementara itu terkait exit tol Hergunadi menjelaskan sampai saat ini masih di tingkat provinsi sedang disiapkan kajian akademisnya, yang sampai sekarang belum selesai.

Sementara untuk pengembangan wisata Sarangan, saat ini Pemkab masih menyiapkan asetnya dulu.

“Jika nanti sudah tertata baru kita laksanakan pengembangan sarangan,” pungkasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *