Ada manajemen yang perlu diperbaiki, lanjut Trias, sehingga usaha ini bisa berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan.
“Kita akan perketat manajemennya, mulai dari manajemen produksi hingga manajemen keuangannya, dan juga manejemen pemasarannya. Peluang usaha ini bangkit masih sangat memungkinkan,” jelas Trias.

Trias juga mempunyai strategi untuk membuat biaya produksi lebih efisien dengan cara diversifikasi bahan produksi.
“Tepungnya bisa didiversifikasi menggunakan tepung talas yang lebih terjangkau untuk efisiensi biaya produksinya,” lanjutnya.
Pemilik usaha produksi kerupuk, Gufron menyampaikan terima kasih kepada akademisi Universitas Muhammadiyah Jember yang telah bersedia membuka tangan untuk memajukan usahanya.
“Terima kasih banyak kepada Ibu Fefi dan Ibu Trias, dosen Unmuh Jember, yang mau membantu usaha saya, ada beberapa kelemahan tadi saya sampaikan, dan Alhamdulillah ada solusi dari beliau berdua,” ujar Gufron.
Dia menyadari pengetahuan manajerial sangat penting untuk dipahami seorang pengusaha dalam menjalankan usahanya.
“Dengan manajerial yang baik, kerugian bisa dideteksi dini dan kita minimalisir,” pungkasnya.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















