Ekonomi dan Bisnis

Dosen Unmuh Jember Meneliti Usaha Produksi Kerupuk, Begini Hasilnya

115
×

Dosen Unmuh Jember Meneliti Usaha Produksi Kerupuk, Begini Hasilnya

Sebarkan artikel ini
Produksi Kerupuk
Fajar Kurniawan(mahasiswa Unmuh Jember), Gufron (pemilik usaha produksi kerupuk), Trias Setyowati dan Fefi Nurdiana Widjayanti (dosen Unmuh Jember) berfoto bersama usai melakukan penelitian usaha mikro di Desa Plalangan, Kalisat, Jember. (Foto: Guntur Rahmatullah/ Beritabangsa.id)

BERITABANGSA.ID, JEMBER – Dua orang dosen Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Fefi Nurdiana Widjayanti dan Trias Setyowati melakukan penelitian terhadap sebuah usaha produksi kerupuk ikan milik Gufron, warga Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat Jember, Sabtu 04 Mei 2024.

Usaha produksi kerupuk ikan ini telah berjalan sejak 2014, dan menyerap 19 orang tenaga kerja dari warga sekitar.

Gufron, selaku pemilik usaha diwawancarai oleh kedua dosen untuk mengetahui potensi yang bisa dikembangkan, serta kelemahan yang bisa diperbaiki.

Hasilnya, Fefi menuturkan usaha ini sempat mengalami kerugian besar yang tidak dirasakan selama bertahun-tahun, disebabkan oleh manajemen keuangan yang lemah.

“Barusan dari penjelasan bapak Gufron, beliau terus menambah modal dari waktu ke waktu agar usaha terus berjalan, sampai suatu ketika tidak bisa lagi menambah modal dan memutuskan untuk berhenti produksi, di saat berhenti produksi itu lah dia teliti ternyata ada manajemen keuangan yang kurang baik sehingga menimbulkan kerugian ratusan juta yang tidak ia sadari,” ujar Fefi.

Di samping itu, Fefi menangkap beberapa peluang yang bisa dilakukan untuk mengembangkan usaha ini.

“Jangkauan pemasaran yang saat ini masih lokal dipasarkan di Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi, ini bisa diperluas lagi bahkan tingkat nasional, kita awali dengan pembuatan perijinan dan sertifikasi halal dulu,” lanjut Fefi.

Sementara itu, Trias Setyowati berujar, penelitian ini untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman atau dikenal dengan analisis SWOT (strenght, weakness, opportunity and threats) yang selanjutnya menjadi bahan bagi kedua dosen untuk membantu mengembangkan usaha tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *