BERITABANGSA.ID, JAKARTA – Persaingan industri penerbangan nasional di Indonesia Timur semakin dinamis. TransNusa menambah jaringan domestiknya dengan membuka penerbangan langsung Manado (MDC)–Ternate (TTE) yang mulai beroperasi pada 19 Agustus 2026, sekaligus memperkuat konektivitas antardaerah yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.
Rute baru tersebut akan dilayani dua kali setiap hari atau 14 penerbangan dalam sepekan. Frekuensi ini diharapkan memberikan fleksibilitas lebih besar bagi pelaku bisnis, aparatur pemerintah, hingga wisatawan yang bepergian antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Ekspansi ini juga mempertegas posisi Manado sebagai salah satu hub utama TransNusa di Indonesia Timur. Dari kota tersebut, maskapai telah melayani sejumlah rute domestik maupun internasional, seperti Sorong, Denpasar, dan Guangzhou.
Dengan tambahan penerbangan menuju Ternate, masyarakat Maluku Utara kini memiliki akses yang lebih mudah untuk terhubung ke berbagai kota di Indonesia maupun jaringan internasional yang dilayani TransNusa melalui Manado.
Group CEO TransNusa, Datuk Bernard Francis, menegaskan bahwa pengembangan rute domestik merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat pemerataan konektivitas nasional.
“Indonesia adalah negara kepulauan yang membutuhkan konektivitas udara yang kuat agar masyarakat dapat bergerak lebih mudah dan lebih cepat. Karena itu, kami terus mengembangkan jaringan penerbangan yang tidak hanya menghubungkan kota-kota besar, tetapi juga memperkuat akses menuju kawasan yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi. Manado memiliki peran yang semakin strategis sebagai salah satu hub TransNusa di Indonesia Timur, dan kehadiran rute Manado–Ternate akan semakin memperkuat konektivitas kawasan ini sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat menuju jaringan domestik maupun internasional kami,” ujarnya.
Menurut Bernard, setiap rute baru tidak dipandang sebagai tujuan yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari jaringan yang saling terhubung sehingga mampu menghadirkan manfaat lebih luas bagi daerah sekitarnya.
“Kami melihat setiap rute sebagai bagian dari sebuah jaringan. Ketika sebuah kota berkembang sebagai hub, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penumpang yang bepergian dari dan ke kota tersebut, tetapi juga oleh daerah-daerah di sekitarnya yang memperoleh akses menuju lebih banyak destinasi. Melalui pengembangan jaringan ini, kami ingin terus menghadirkan konektivitas yang mendukung pertumbuhan ekonomi, perdagangan, investasi, dan pariwisata di Indonesia Timur,” ujarnya.
Selain memperlancar mobilitas masyarakat, pembukaan rute Manado–Ternate juga diproyeksikan memberi dorongan bagi sektor pariwisata.
Ternate dikenal sebagai kota bersejarah di Jalur Rempah dunia dengan warisan Kesultanan Ternate, benteng-benteng kolonial, dan panorama alam yang menjadi daya tarik wisata.
Sementara itu, Manado merupakan gerbang utama menuju destinasi wisata unggulan Sulawesi Utara, termasuk Taman Nasional Bunaken yang menjadi salah satu ikon wisata bahari Indonesia.
Tiket penerbangan Manado–Ternate sudah dapat dipesan sejak 27 Juli 2026 melalui seluruh kanal penjualan resmi TransNusa. Harga tiket dibanderol mulai Rp999.000 untuk sekali perjalanan.
Penerbangan dari Manado dijadwalkan berangkat pukul 07.30 WITA dan tiba di Ternate pukul 09.25 WIT. Penerbangan kedua berangkat pukul 10.20 WITA dan mendarat pukul 12.15 WIT.
Sebaliknya, penerbangan dari Ternate menuju Manado tersedia pada pukul 09.55 WIT dan 12.45 WIT. Seluruh layanan dioperasikan menggunakan pesawat Airbus A320.
Selain memperoleh bagasi gratis hingga 20 kilogram, penumpang juga mendapatkan berbagai fasilitas tambahan seperti pilihan kursi Extra Legroom, makanan ringan dan minuman tanpa biaya tambahan, serta potongan harga tiket untuk anak.
Melalui pembukaan rute Manado–Ternate, TransNusa memperluas jaringan domestiknya sekaligus memperkuat konektivitas udara yang diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi, perdagangan, investasi, dan pengembangan pariwisata di Indonesia Timur.


















