Opini

2 Cinta Bob Marley: Musik dan Sepakbola, Simbol Persatuan di Tengah Perpecahan

1161
×

2 Cinta Bob Marley: Musik dan Sepakbola, Simbol Persatuan di Tengah Perpecahan

Sebarkan artikel ini
2 cinta
Robbert Nesta Marley “Bob” Marley

Perdamaian memang menjadi salah satu misi Bob Marley dalam bermain musik, ia berhasil menjadi sosok yang cukup fenomenal dengan karya-karya nya yang berisi pesan tentang perlawanan terhadap ketidakadilan. Dalam perjalanan karirnya sebagai musisi, Bob Marley pernah mencatatkan sejarah atas keberhasilannya meredam konflik politik yang terjadi di negara asalnya, Jamaika, lewat sebuah konser. Konser yang diselenggarakan saat gesekan dua partai besar Jamaika kala itu. Bob tak berafiliasi dengan politik, apalagi bergabung dengan salah satu partai. Dia hanya menginginkan kedamaian.

Sebelum kepergiannya menemui Jah, Marley sempat menjelajah Swiss, Jerman, Prancis, Inggris, Norwegia, Swedia, Denmark, Belgia, Belanda, Italia, Spanyol, Irlandia, Skotlandia, dan Wales selama Mei-Juli, Bob Marley and the Wailers mengambil jeda sebelum melanjutkan tur di Amerika Serikat. Pada September, tur di Amerika mulai.

Konser terakhir Marley diadakan pada 23 September 1980 di Stanley Theater, Pittsburgh. Dua hari sebelumnya, Marley pingsan saat sedang jogging. Ia dibawa ke rumah sakit, dan di sana diketahui kalau kanker sudah merambat ke otaknya. Tur dihentikan, dan Marley dibawa ke Jerman untuk berobat alternatif ke Josef Issels.

Namun pengobatan alternatifnya gagal tak menemukan titik terang. Rohnya sedang dipeluk oleh Jah. Pengobatannya diiringi kesedihan bagi sekian banyak penduduk bumi. Bob menghembuskan nafas terakhirnya di Miami Hospital pada 11 Mei 1981 di usia 36 tahun.

(*) Penulis adalah wartawan beritabangsa.id

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya tanggung jawab penulis dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi beritabangsa.id.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *