Pendidikan

Waduh, Mata Bocah SD di Jombang Ini Terancam Buta Akibat Lemparan Kayu Teman Sekelas

843
×

Waduh, Mata Bocah SD di Jombang Ini Terancam Buta Akibat Lemparan Kayu Teman Sekelas

Sebarkan artikel ini
Bocah mata buta
Tampak orang tua korban saat menunjukkan hasil rekam medis mata anaknya yang dinyatakan hampir buta permanen. Foto : Faiz Beritabangsa.id

BERITABANGSA.ID, JOMBANG – Seorang bocah berusia 10 tahun pelajar sekolah dasar (SD) di Kabupaten Jombang ini terancam buta permanen usai terkena lemparan kayu teman sekolahnya.

Menurut Erna Widyawati (43) orang tua korban, peristiwa itu terjadi, Senin, 9 Januari 2024 lalu.

Scroll untuk melihat berita

Mulanya saat para siswa sedang menunggu jam pergantian pelajaran sebagian anak-anak ini bermain di dalam kelas.

Pukul 11.00 WIB saatnya mata pelajaran pendidikan diniyah, pembimbing yang harusnya mengisi belum berada di kelas.

“Saat itulah anak saya sedang mengintip temannya bermain kartu,” kata Erna, Jumat (16/2/2024).

Korban melihat temannya bermain bola plastik dengan pukulan kayu dari gagang sapu.

“Saat dipukul ke lantai, gagang sapu patah, dan patahan gagang sapu terlempar mengenai mata kanan anak saya,” ujar Erna.

Usai terkena patahan kayu itu, anaknya terjatuh dan langsung dibopong sesama temannya ke UKS dari lantai dua ke lantai satu, dekat ruang kepala sekolah.

Mereka pun melapor ke guru, kemudian diberi betadin, karena lukanya kecil di bawah kelopak mata.

“Tak hanya itu, juga dikasih minyak kayu putih terus disuruh tidur sama gurunya,” tutur Erna.

Sayangnya, pihak sekolah tidak memberikan informasi kepada wali murid, tentang peristiwa tersebut.

“Jam 11.00 hingga 12.30 WIB, jam pulang sekolah. Sayang pihak sekolah tak memberitahu saya, di UKS. Anak saya lagi sakit itu kita gak dikabari,” kata Erna.

Barulah saat jam pulang sekolah, ia mendapat kabar dari temannya bahwa anaknya dirawat di UKS.

“Saya minta tolong teman untuk jemput. Saya kira demam biasa, karena sebelum berangkat tadi sambatan tak enak badan, eh ternyata kecelakaan. Gitu kok gak dikabari sejak awal,” ujar Erna.

Mengetahui kondisi mata anaknya bengkak, HD langsung dilarikan ke RSUD Jombang. Sempat rawat inap 4 hari, tapi tak kunjung dapat solusi.

“Selanjutnya saya bawa berobat ke RS Mata Undaan, Surabaya, semoga anak saya bisa sembuh. Ya dengan uang saya sendiri,” tutur Erna.

Erna menjelaskan anaknya telah menjalani satu kali operasi, untuk memperbaiki glaukomanya.

Mata anak saya sampai sekarang belum sembuh, pengelihatannya tak lebih dari 20 persen.

“Glaukoma rusak, retina rusak, syarafnya udah gak bisa pulih. Terus penglihatannya gak bisa fokus, kabur kalau melihat, dan titik untuk melihat itu dia harus mencari,” ujar Erna.

Ia berharap pihak pelaku bisa menanggung biaya pengobatan korban hingga normal. Termasuk pihak sekolah tidak bisa berdiam diri.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *