Sudah saatnya, sambung Syakir, ide-ide beragama yang damai dan bersumber dari Indonesia terus tampil di dunia global dan memberikan dampak positif.
Menyambung konteks global yang disuarakan oleh Syakir, Ketua PCINU UK (demisioner) Shandy Adiguna menyatakan dalam sambutannya bahwa kader-kader NU di luar negeri adalah sumber daya manusia yang luar biasa untuk menyuarakan semangat Islam wasathiyah ini.
Lebih dari 10 tahun tinggal di UK, diaspora Indonesia tersebut menyatakan, SDM NU bisa dan harus disiapkan untuk mendorong diplomasi moderasi beragama di konteks negara masing-masing, khususnya di Inggris Raya.
“Diplomasi (Islam wasathiyah) ini menjadi tugas dan tanggung jawab kita diaspora, khususnya yang Muslim, wa bil khusus yang NU, untuk menjalankannya,” papar Shandy.
Ia menekankan, masyarakat Indonesia harus lebih optimis bahwa warna keislamannya mempunyai dampak besar untuk dunia khususnya dalam membawa perdamaian dan kemajuan.
Dalam acara yang didukung penuh oleh Kementerian Agama RI dan KBRI London tersebut, tampil sebagai penyemangat jamaah yakni rebana ibu-ibu Muslimat NU UK, yang pernah tampil di Trafalgar Square, termasuk alun-alun utama London.
Selain menyemangati, rebana Muslimat NU tersebut juga menjadi pengobat rindu bagi jamaah yang kangen dengan suasana keagamaan tradisional di Indonesia.


















