BERITABANGSA.ID, Meski nilai mata uang Rial Iran saat ini sedang turun drastis, tidak lantas membuat warga negaranya hidup dalam kelaparan. Diketahui, nilai tukar Rial Iran terhadap Rupiah Indonesia saat berita ini dirilis, yakni 1 Rial Iran sama dengan 0,016 Rupiah Indonesia.
Warga negara Iran, Shabnam mengatakan kepada Beritabangsa bahwa dirinya masih bisa makan layak di tengah kondisi krisis ini.
“Dalam beberapa tahun terakhir, kami sudah terbiasa mendengar deru tembakan, rudal beterbangan seperti yang terjadi saat negara kami menyerang Israel pada pertengahan 2025 lalu, dan kemarin terjadi demonstrasi besar warga sipil yang kemudian menyebabkan mata uang kami terjun bebas, meski saat ini krisis, kami bersyukur kami masih bisa makan yang layak, tidur di atas kasur, meski tidak memungkiri kami juga was-was dengan kondisi ekonomi ini, semangat dan jiwa kami dalam kondisi tidak baik usai demonstrasi yang besar ini,” jawab Shabnam, wanita yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan rumah sakit di Kota Tehran melalui pesan seluler kepada Beritabangsa, Jumat 23 Januari 2026.
Sebagai tenaga kesehatan, ia mengaku turut berjibaku mengobati warga sipil yang terluka dalam aksi demonstrasi, imbas dari upaya represi pemerintah.
Dia mendukung pemerintah Iran untuk tidak takluk terhadap asing yang diwujudkan dengan demonstrasi besar tersebut, sesuai keterangan yang disampaikan pemimpin tertinggi negaranya, Ayatollah Ali Khamenei.
“Saya tahu negara kami tengah menjadi incaran, saya yakin Khamenei dapat mengembalikan kondisi ini lebih baik,” lanjutnya.
Untuk diketahui, demonstrasi besar di Iran ini berlangsung sejak 28 Desember 2025 hingga 16 Januari 2026. Praktisi Hubungan Internasional Universitas Padjajaran (Unpad), Teuku Rezasyah menyebut, ada keterlibatan intelejen asing yang diduga memperburuk perekonomian di Iran, sehingga memicu demonstrasi sipil, hingga sempat berupaya menggulingkan pemimpin tertinggi Iran.
“Berdasarkan sumber terpercaya yang saya terima, intelejen asing itu berasal dari Amerika Serikat (AS), Israel, serta kelompok-kelompok oposisi di Iran. Di samping itu, memang kekuatan pemberontak di dalam negeri cukup tinggi, hal ini didasarkan pada aksi Iran menyerang Israel pada tahun lalu itu terdapat aksi-aksi pembangkangan dan penghancuran di dalam negeri Iran,” kata Teuku Rezasyah, dikutip dari Youtube KompasTV yang ditayangkan pada 12 Januari 2026.
Teuku juga menduga kuat bahwa AS merupakan dalang di balik demonstrasi besar di Iran, sesuai yang disampaikan pemimpin tertinggi Iran kepada publik. Hal itu didasarkan pada hubungan diplomatik AS dengan Iran nyaris nihil saat ini. Sejak revolusi 1979 yang dipimpin Ayatollah Ali Khamenei, hingga saat ini, AS dipermalukan terus-menerus oleh Iran.
“Dan tampaknya saat ini AS sangat mendukung Israel dalam gerakan ‘The Greater Israel’, upaya penguasaan Israel atas wilayah-wilayah di Timur Tengah yang terhambat akibat tingginya kemampuan Iran di sektor keamanan dan pertahanan,” lanjutnya.


















