Advertorial

Pengembangan Geopark Bawa Paradigma Baru Bagi Warga Bondowoso

441
×

Pengembangan Geopark Bawa Paradigma Baru Bagi Warga Bondowoso

Sebarkan artikel ini
Geopark
Para siswa saat berada disalah satu situs geosite Ijen Goepark, Pemandian Air Panas Blawan.

Di hadapan peserta yang terdiri dari guru dan siswa pada lembaga pendidikan (SD, SMP dan SMK) di sekitar geosite, menurut Aminah – dosen pendamping – tujuan dari penelitian ini adalah memberi informasi kepada masyarakat dan pihak pengelola tentang kualitas air panas dan kandungan mineralnya.

Penelitian dilakukan dengan metode sampling di beberapa sumber mata air panas yang tersebar di 17 mata air panas di sepanjang alur aliran sungai.

Tahapan penelitian meliputi survei, pengambilan sample, uji laboratorium, analisa, sosialisasi, diskusi dan pelaporan.

Hasil sementara yang diperoleh menyebutkan bahwa standar baku mutu air panas Blawan masih memenuhi persyaratan kelayakan berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 32 tahun 2017 yaitu maksimal sebesar 25 NTU.

Tinggal S Pamular, selaku pendamping geologi dari pengurus harian Ijen Geopark, menyatakan melalui kerjasama dengan lembaga perguruan tinggi, akan lebih memperkaya nilai ilmiah pada warisan geologi yang ada di kawasan ini.

“Kedepan, kerjasama ini semakin berkembang dan bisa mencakup terhadap 3 pilar geopark yaitu konservasi, edukasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” harapnya.

Melalui edukasi tersebut, Abi Kaldera (sebutan lain Tinggal S Pamular), pelajar di Ijen diharapkan lebih mengenal potensi wilayahnya.

“Secara bertahap akan menjadi embrio terhadap pengembangan Ijen Geopark ke depan, melalui pengembangan nilai nilai konservasi, edukasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *