Daerah

Senyum Lebar Petani Buah Naga di Jombang, Jelang Imlek Banjir Permintaan

88
×

Senyum Lebar Petani Buah Naga di Jombang, Jelang Imlek Banjir Permintaan

Sebarkan artikel ini
Petani buah naga
Asnawi, salah satu petani buah naga saat panen di kebun (16/01/2023)

BERITABANGSA.ID-JOMBANG- Menjelang perayaan tahun baru Imlek, nampaknya membuat sejumlah petani atau pedagang tersenyum lebar. Seperti yang dialami Asnawi (53) petani buah naga di Desa Keras, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, yang kini alami banjir permintaan.

Kata Asnawi, hal itu sudah biasa dialami tiap tahunnya. Betapa tidak dijelaskan bagi warga Tionghoa, buah naga tersebut dipercaya membawa keberuntungan yang akan disajikan untuk para dewa.

“Iya, sudah biasa kalau menjelang tahun baru Imlek itu memang di sini banyak permintaan buah naga. Karena warga Tionghoa itu butuh untuk disajikan para dewa saat tahun baru Imlek itu. Seperti saat ini, kami sampai kewalahan melayani pembeli buah naga di sini. Karena tidak punya tukang khusus,” ujar Asnawi kepada Beritabangsa.id Senin (16/1/2023) pagi.

Tak sekadar warga sekitar saja, pembeli buah naga milik pria dengan anak 5 itu mengatakan jika pembelinya terus berdatangan sampai luar daerah. Bahkan disampaikan sempat kaget, lantaran langsung diborong dengan menggunakan kendaraan mobil pick up.

“Pembelinya saat tahun baru Imlek saat ini lumayan, maksudnya lebih banyak dan meluas daripada tahun sebelumnya. Seperti pembeli dari Mojokerto, pelanggan saya dari Surabaya, Kediri, Nganjuk gitu,” katanya saat ditemui di kebunnya.

Selain buahnya, batang pohon buah naga itu juga mulai banyak dibeli warga di Jombang sendiri. Dikatakan Asnawi, rata-rata warga mulai ingin mempunyai tanaman buah naga sendiri.

Jumlah panen buahnya di lahan yang terdapat 500 an batang buah naga tersebut, Asnawi mengaku alami peningkatan. Peningkatan lantaran banyaknya permintaan itu diperkirakan 50 persen, dibanding bulan-bulan sebelumnya.

“Benar, dari warga Jombang sendiri sudah banyak yang pesan batangnya buah naga. Kalau soal jumlah panen sekarang bisa mencapai satu kwintal buah naga, kalau hari-hari di bulan sebelumnya mungkin cuma sekitar 50 kilogram-an saja,” paparnya.

Selain dari banyaknya permintaan, senyum lebar Asnawi juga datang dari harga buah naga yang mengalami kenaikan. Kenaikan itu diketahuinya sejak pekan lalu.

“Iya, harga buah naga juga naik. Awal tahun baru itu masih 5 ribu perkilogramnya, tak lama kemudian naik jadi 6 ribu. Terus sekarang tambah mendekati Imlek, naik jadi 7.500. Kemungkinan kedepannya, terus alami kenaikan,” kata Asnawi, sembari mengecek buah di kebun buah naganya.

Dari situ, membuat keuntungan tiap bulannya alami peningkatan. Sementara ini, pihaknya berharap agar buah naga tetap bertumbuh subur, segar dan dijauhi dari hewan yang akan merusak buah tersebut.

“Alhamdulillah kalau soal omzet, pastinya meningkat. Biasanya bulan-bulan sebelumnya setiap bulannya 5 juta, saat ini dapat 10 juta bahkan lebih. Kalau perawatan ya tiap hari di cek mas, mulai menyiram, ngecek buahnya, memberi pupuk dan lain sebagainya,” pungkasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *