Terkini

Wali Kota Surabaya Beralih Jadi Bintang Film

80
×

Wali Kota Surabaya Beralih Jadi Bintang Film

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Surabaya
Eri Cahyadi, Sumber: Celebrities.id

BERITABANGSA.COM-SURABAYA- Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, beralih menjadi artis bintang film, dalam film terbaru berjudul Soera Ing Baja, Gemuruh Revolusi ’45.

Film ini tayang mulai hari ini, 2 Januari 2023 di Studio XXI Tunjungan Plaza Mal 1, Surabaya.

Scroll untuk melihat berita

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya Wiwiek Widayati menjelaskan, film Soera Ing Baja, Gemuruh Revolusi ‘45, mengisahkan pertempuran Surabaya 1945.

Di film ini, Wali Kota Eri memerankan Presiden RI pertama, Ir Sukarno.

“Ini merupakan momentum yang tepat. Soera Ing Baja itu secara harfiah artinya berani menghadapi bahaya. Semoga masyarakat Surabaya lebih berani lagi dalam menghadapi tantangan ke depan,” ujarnya.

Film ini diprodukai dengan latar sepenuhnya di Kota Surabaya. Dengan melibatkan ratusan orang dari berbagai kalangan komunitas, pegiat sejarah, akademisi serta mahasiswa.

Selain melibatkan ratusan pemain, latar bangunan kuno khas zaman dulu di Kota Pahlawan tak luput dari seting film.

Di antaranya bangunan Lodji Besar Peneleh, dan warga kampung Pandean, Plampitan.

Sutradara film ini, Faizal Anwar mengatakan, pembuatan film bergenre dokumentasi drama atau dokudrama sejarah dan perang kompleks ini penuh tantangan.

Terlebih kisah sejarah yang difilmkan adalah peristiwa penting yang telah menjadi pemahaman umum masyarakat.

Tentunya, akurasi data sejarah, ketersediaan jumlah para pemeran dan perlengkapan mulai dari kostum, properti, hingga detil-detil atribut pejuang menjadi aspek penting.

“Kami bersyukur sangat dibantu oleh teman-teman Komunitas Reenactor di Surabaya. Mereka luar biasa militan, menjiwai betul apa yang mereka perankan. Totalitas mereka selama proses produksi itu saya kira menjadi nyawa dalam film ini,” bebernya.

Meskipun Faizal telah berpengalaman di dalam dunia perfilman, dan meraih penghargaan di ajang kompetisi film nasional itu, dalam pembuatan film kali ini butuh ekstra pemikiran.

“Wawasan soal sejarah dan narasi pertempuran sangat diperlukan di sini,” ujar penggarap film Koesno ini.

Di film ini dia berkolaborasi dengan Achmad Zaki Yamani, memakai referensi fakta yang jarang diketahui publik.

Di antaranya, arsip pemberitaan Resolusi Jihad di surat kabar, arsip resmi laporan kematian Brigadir Mallaby yang baru dapat dibuka pada 2022, arsip Surat Penetapan Pemerintah Republik Indonesia tentang Hari Pahlawan pada 1946, serta dokumen asli pidato Presiden Soekarno saat peresmian Tugu Pahlawan pada 10 November 1952.

Film Soera Ing Baja nantinya akan diputar secara terbuka di museum-museum Surabaya, sebagai salah satu media edukasi sejarah untuk publik.

“Film ini sebagai latar peristiwa pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia di Surabaya hingga terjadi pertempuran Surabaya. Dan 10 November ditetapkan sebagai Hari Pahlawan,” tandasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *