Terkini

Gubernur Khofifah Jadi Warga Kehormatan Suku Tengger

41
×

Gubernur Khofifah Jadi Warga Kehormatan Suku Tengger

Sebarkan artikel ini

BERITABANGSA.COM-PROBOLINGGO- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dikukuhkan sebagai warga kehormatan suku Tengger di Malam Resepsi Yadnya Kasada 2022 di Pendapa Agung, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Rabu (15/6/2022).

Sebelumnya, Khofifah juga pernah diberi gelar kehormatan Mama Alor NTT, marga Boru Nasution, dan beberapa gelar lain.

Bagi Khofifah, pengukuhan warga kehormatan ini bermakna mendalam. Pertama, bagaimana pemerintah Jawa Timur memberi kesetaraan perlakuan kepada masyarakat seluruhnya, termasuk Suku Tengger.

“Suku Tengger memiliki adat istiadat, kearifan dan keguyuban yang luar biasa. Penghargaan ini berarti kerja-kerja kami di pemerintahan Jawa Timur harus bisa menguatkan peran serta menyejahterakan warga Tengger, dengan kekayaan budayanya,” katanya.

Pengukuhan Khofifah ini ditandai dengan penyematan selendang kuning oleh perwakilan tokoh masyarakat Tengger kepada Khofifah dan tokoh lain, Kajati Jatim, Danrem 083 Bhaladika Jaya, Dandim 0820 Probolinggo, Kapolres Probolinggo, Kapolres Kota Probolinggo Kota, Kajari Probolinggo dan Ketua PN Kraksaan.

Selendang berarti penanda pengukuhan dan ikatan kekeluargaan yang erat. Sedangkan warna kuning berarti keagungan. Dalam Bahasa Jawa Kuning berarti Ning atau Hening. Artinya pikiran masyarakat Tengger hening. Dalam keheningan, hati akan tenang dan pikiran jernih.

Khofifah mengatakan malam resepsi Yadnya Kasada adalah bagian dari momentum kebangkitan pariwisata Jawa Timur.

“Ini sekaligus menjadi pengungkit potensi wisata di wilayah Bromo, Tengger,dan Semeru. Apalagi status Covid-19 semua daerah di Jawa Timur telah memasuki level 1,” katanya.

Khofifah menjelaskan salah satu destinasi wisata baru yang kini tengah digarap di kawasan Bromo adalah jembatan kaca Bromo Tengger Semeru yang diharapkan dapat meningkatkan daya tarik pariwisata sekaligus ekonomi di wilayah ini.

Dengan ide desain jembatan kaca dua tahun lalu oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, kali pertama dicoba di Malang.

“Kemudian saya sampaikan di Probolinggo area Bromo juga strategis dan sekarang sedang dibangun. Saya minta lagi di Tumpak Sewu, Lumajang, agar wisatawan mendapat banyak varian angle untuk menikmati wisata di Jatim,” kata Khofifah.

Ia yakin destinasi wisata baru akan meningkatkan jumlah wisatawan dan menambah durasi menginap, sehingga dapat meningkatkan roda perekonomian masyarakat suku Tengger.

Untuk mendukung wisata Bromo Tengger Semeru, Gubernur Khofifah sedang membangun SMK Kepariwisataan yang saat ini gedungnya masih menumpang. Bahkan dia berencana membuka jurusan sekolah diploma pariwisata, untuk memperkuat wisata suku Tengger dan kawasan wisata Bromo, Tengger, Semeru.

Perwakilan Tokoh Masyarakat Tengger, Supoyo menambahkan kehadiran Gubernur Khofifah dan seluruh jajaran menjadi momentum kebangkitan ekonomi masyarakat Tengger.

“Mewakili masyarakat Tengger mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jatim dan Plt Bupati Probolinggo,” katanya.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google Beritabangsa.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *