BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menempati peringkat ketiga perguruan tinggi terbaik dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 tahun 2026. Prestasi tersebut diraih setelah kontingen ITS memboyong 13 penghargaan dalam kompetisi yang berlangsung di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, dan berakhir pada Jumat (6/11/2026) malam.
Dari 22 tim yang lolos ke babak final, ITS berhasil mengoleksi empat medali emas, empat medali perak, empat medali perunggu, serta satu gelar juara favorit. Capaian ini sekaligus menandai peningkatan posisi ITS sebanyak dua peringkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Pada kategori poster, kontingen ITS memperoleh tiga medali, masing-masing satu emas, satu perak, dan satu perunggu.
Medali emas diraih Tim Flexistroke dari Program Kreativitas Mahasiswa Karya Inovatif (PKM-KI). Sementara itu, medali perak disumbangkan Tim S.A.F.E dari Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC), sedangkan medali perunggu diraih Tim Triagebox yang juga berasal dari bidang PKM-KC.
Adapun pada kategori presentasi, mahasiswa ITS mengamankan sembilan medali yang terdiri atas tiga emas, tiga perak, dan tiga perunggu. Medali emas diraih Tim S.A.F.E dari PKM-KC, Tim Fishballer dari PKM Penerapan Ilmu dan Teknologi (PKM-PI), serta Tim Gema Imam dari PKM Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM).
Tiga medali perak masing-masing dipersembahkan Tim Triagebox dari PKM-KC, Tim Quantara dari PKM Riset Eksakta (PKM-RE), serta Tim Disastra dari PKM Video Gagasan Kreatif (PKM-VGK).
Sementara itu, medali perunggu kategori presentasi diraih Tim Flexistroke dari PKM-KI, Tim Hyposense dari PKM-KC, dan Tim NexusCarbon dari PKM Gagasan Futuristik Tertulis (PKM-GFT). Selain raihan medali tersebut, Tim Cocorice dari PKM-RE juga berhasil memperoleh gelar Juara Favorit dalam PIMNAS ke-39.
Komandan PKM ITS 2026, Dr. I Gusti Ngurah Satriyadi Hernanda, ST., MT., mengapresiasi kerja keras seluruh mahasiswa dan tim pendamping yang terlibat dalam kompetisi tersebut.
Sosok yang akrab disapa Didit itu berharap capaian yang diraih tidak berhenti sebagai prestasi kompetisi, tetapi dapat menjadi pijakan untuk mengembangkan karya menjadi inovasi yang memberikan manfaat lebih luas.
“Selamat atas prestasi yang telah diraih kepada seluruh tim, jadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk terus belajar dan berkarya,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan salah satu anggota Tim Flexistroke, Devi Putri Sekar Arum. Ia mengaku bangga atas pencapaian timnya sekaligus kesempatan untuk memperkenalkan inovasi yang dikembangkan.
Flexistroke merupakan alat pendukung rehabilitasi bagi penyintas stroke pada fase subakut. Inovasi tersebut dirancang untuk mendukung pelayanan rehabilitasi di berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari rumah sakit hingga puskesmas.
“Ke depannya, kami berharap Flexistroke dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan secara lebih luas di fasilitas kesehatan,” kata mahasiswi Departemen Teknik Komputer ITS angkatan 2024 tersebut.
Didit juga berharap capaian di PIMNAS ke-39 dapat menjadi dorongan bagi mahasiswa ITS untuk terus meningkatkan kreativitas, riset, dan kompetensi sehingga mampu mempertahankan sekaligus mengembangkan prestasi pada penyelenggaraan berikutnya.
Upaya tersebut sejalan dengan dukungan ITS terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat, yakni Pendidikan Berkualitas.















