Pendidikan

UNAIR Dorong Kolaborasi Riset dan Inovasi di QS APAC 2026

3
×

UNAIR Dorong Kolaborasi Riset dan Inovasi di QS APAC 2026

Sebarkan artikel ini
Unair APAC

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Universitas Airlangga (UNAIR) dalam QS Higher Ed Summit: Asia Pacific (QS APAC) 2026 di Bali International Convention Center (BICC), 3–5 November 2026, mendorong perguruan tinggi, pakar, dan pemangku kebijakan dari berbagai negara bertukar gagasan terkait pendidikan global, tren akademik, dan tata kelola perguruan tinggi.

Keikutsertaan UNAIR di forum ini merupakan bagian dari upaya memperkuat keunggulan akademik, meningkatkan reputasi global, dan membuka peluang kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi di berbagai negara.

Delegasi UNAIR dipimpin Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP), Dian Ekowati.

Turut hadir Direktur Airlangga Global Engagement (AGE), Irfan Wahyudi, Wakil Direktur AGE, Tofan Agung Eka Prasetya, Koordinator Rekognisi Global BPP, Patmawati, dan Koordinator Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni BPP, Viqi Ardaniah. Delegasi juga mencakup perwakilan dari sejumlah fakultas.

Ketua BPP UNAIR, Dian Ekowati, mengatakan partisipasi UNAIR dalam QS APAC bukan hal baru. Forum tersebut menjadi momentum untuk menjaga hubungan dengan mitra institusi sekaligus memperluas pertukaran wawasan dan menjajaki kerja sama internasional.

Menurut dia, QS APAC juga memberikan kesempatan bagi perguruan tinggi untuk memahami perkembangan dan tren pendidikan global. Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam forum tahun ini adalah pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam kurikulum.

“Nature konferensi seperti kita bisa belajar banyak tren pendidikan. Misalnya di tahun ini, kita fokus pada AI (artificial intelligence) dan penggunaannya untuk kurikulum. Yang kedua, kita bisa terhubung dengan mitra dan melihat perkembangan yang terjadi,” ujar Dian, Rabu, 4 November 2026.

Ia menekankan bahwa kehadiran UNAIR dalam forum internasional perlu menghasilkan lebih dari sekadar eksposur institusi. Pertemuan dengan mitra global, menurut dia, harus diarahkan pada kolaborasi yang memberikan dampak nyata bagi pengembangan akademik.

Pada QS APAC 2026, sejumlah perwakilan fakultas UNAIR turut hadir untuk menjajaki kerja sama secara langsung dengan calon mitra. Keterlibatan fakultas dinilai penting untuk meningkatkan visibilitas dan membangun impresi positif di kalangan institusi pendidikan tinggi internasional.

Dian berharap penjajakan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama yang berkelanjutan, bukan berhenti pada kesepakatan formal.

“Melalui pertemuan-pertemuan dalam forum seperti ini, UNAIR tidak hanya berusaha menambah partners, tetapi juga memperkuat kolaborasi berkelanjutan, sehingga nanti reputasi akademik akan turut terdorong. Kami berkolaborasi tidak saja untuk implementasi aktivitas, tetapi juga ada luaran-luaran yang diharapkan. Tentunya yang lebih penting adalah dengan kolaborasi, kami dapat memberikan dampak signifikan,” katanya.

Kali ini, UNAIR menghadirkan booth interaktif yang menampilkan rekam jejak akademik, tata kelola institusi, dan berbagai inisiatif global.

Partisipasi UNAIR dalam QS APAC 2026 juga berkaitan dengan upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 468x60