Terkini

AHWA Muktamar NU Memanas, Nama KH Nurul Huda Djazuli dan KH Anwar Mansur Disorot

28
×

AHWA Muktamar NU Memanas, Nama KH Nurul Huda Djazuli dan KH Anwar Mansur Disorot

Sebarkan artikel ini
Muktamar NU

BERITABANGSA.ID, JOMBANG – Perebutan kandidat Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) 2026 semakin menghangat. Dinamika pemilihan AHWA mencuat dalam pembahasan tata tertib di arena Komisi Organisasi Muktamar NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Sabtu (29/8/2026).

Sejumlah nama ulama sepuh disebut menjadi bagian dari tarik-menarik kepentingan menjelang penentuan anggota AHWA. Di tengah dinamika tersebut, muncul dugaan adanya upaya dari salah satu kubu untuk tidak memasukkan sejumlah ulama dari poros Lirboyo, di antaranya KH Nurul Huda Djazuli dan KH Anwar Mansur.

Informasi tersebut memicu reaksi dari sejumlah alumni Pondok Pesantren Lirboyo yang kini menjadi Ketua PCNU maupun PCI NU dan hadir dalam arena pembahasan tata tertib.

Mereka disebut menolak jika nama dua ulama tersebut dikeluarkan dari jajaran kandidat AHWA. Bahkan, muncul pula usulan agar KH Hasib Wahab turut masuk dalam jajaran AHWA pada Muktamar NU ke-35.

” Ada upaya untuk tidak memasukkan nama KH Nurul Huda Djazuli dan KH Anwar Mansur. Kami menentang upaya tersebut, karena mereka adalah ulama khos dan sepuh yang banyak berjasa dalam menjaga marwah Nahdlatul Ulama,” ujar salah satu Ketua PCNU asal Kalimantan yang meminta identitasnya tidak disebutkan, di Jombang, Sabtu (29/8/2026).

Menurut dia, pemilihan anggota AHWA semestinya tidak didasarkan pada kepentingan kelompok atau kubu tertentu. Para ulama yang memiliki rekam jejak panjang dalam menjaga tradisi dan marwah NU dinilai harus mendapatkan tempat dalam mekanisme tersebut.

“Ini bukan persoalan kubu. Ini menyangkut penghormatan kepada ulama sepuh dan bagaimana marwah NU tetap dijaga,” katanya.

Nama Rois Aam Masih Diperdebatkan

Di sisi lain, dinamika juga terjadi terkait posisi Rois Aam PBNU KH Miftakhul Akhyar. Nama tersebut disebut masih didorong oleh sejumlah pihak untuk tetap masuk dalam jajaran AHWA Muktamar NU ke-35.

Namun, usulan tersebut dikabarkan mendapat pertentangan dari sebagian muktamirin. Perdebatan muncul karena adanya dinamika kepengurusan PBNU sebelumnya ketika KH Miftakhul Akhyar berada dalam kepemimpinan bersama KH Yahya Cholil Staquf.

Sejumlah peserta muktamar menilai persoalan tersebut perlu menjadi bagian dari pertimbangan dalam menentukan figur yang akan masuk dalam AHWA.

Meski demikian, dinamika mengenai kandidat AHWA hingga Sabtu pagi masih terus berkembang. Nama-nama yang beredar belum dapat dianggap sebagai daftar final sebelum diputuskan melalui mekanisme resmi Muktamar NU ke-35.

AHWA sendiri memiliki posisi strategis dalam tradisi organisasi NU karena menjadi forum para ulama yang memiliki kewenangan dalam menentukan Rois Aam. Karena itu, komposisi AHWA menjadi salah satu bagian paling krusial dalam rangkaian Muktamar NU ke-35.

Tarik-menarik nama ulama dalam proses tersebut menunjukkan bahwa penentuan AHWA bukan sekadar persoalan administratif, tetapi juga menyangkut arah kepemimpinan dan masa depan organisasi Nahdlatul Ulama.

Dengan semakin ketatnya dinamika di Komisi Organisasi, para muktamirin kini menunggu bagaimana rumusan tata tertib dan mekanisme pemilihan AHWA akan disepakati. Pertarungan nama-nama ulama sepuh diperkirakan masih akan berlangsung hingga keputusan resmi ditetapkan dalam Muktamar NU ke-35.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60