BERITABANGSA.ID, LUMAJANG – Nasionalisme dan spirit patriotisme di masyarakat belakangan ini terjadi penurunan. Salah satu indikasinya adalah, masih dijumpai warga yang tak mau pasang bendera Merah Putih menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Salah satu pengamat sosial asal Kecamatan Lumajang, Susilo, menilai pemasangan bendera bukan sekadar kewajiban menjelang 17 Agustus, melainkan bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan para pahlawan sekaligus simbol kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Miris, nilai patriotisme luntur. Wawasan kebangsaan juga sudah agak menurun. Salah satunya bisa dilihat dari pemasangan bendera Merah Putih,” ujar Susilo, Sabtu (15/8/2026).
Menurutnya, bendera Merah Putih memiliki makna lebih besar dibandinh atribut lain. Bendera merupakan simbol perjuangan, persatuan, kedaulatan dan identitas bangsa Indonesia yang seharusnya dihormati.
Ia mengatakan peringatan kemerdekaan semestinya dijadikan sarana menumbuhkan rasa nasionalisme, terutama di diri generasi muda.
“Warga yang mempunyai jiwa nasionalis tinggi tentu tetap memasang bendera Merah Putih. Itu sebagai simbol menghormati perjuangan bangsa dan para pahlawan yang telah berjuang merebut serta mempertahankan kemerdekaan,” tegasnya.
Susilo menyarankan agar peringatan HUT Kemerdekaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial seperti perlombaan, pemasangan dekorasi atau perayaan semata.
Melainkan, harus diwujudkan melalui sikap nyata di kehidupan sehari-hari, antara lain menghormati simbol negara dan menjaga persatuan.
Ia juga meminta pemerintah dan para pemimpin bangsa mengambil langkah tegas guna membangun kembali kesadaran kebangsaan di tengah masyarakat.
“Harus ada ketegasan dari pimpinan bangsa ini. Jangan sampai rasa nasionalisme dan wawasan kebangsaan semakin luntur karena dianggap sebagai hal yang biasa,” bebernya.
Pemasangan bendera merah putih menjelang HUT Kemerdekaan, sejatinya bukan hanya persoalan ada atau tidaknya bendera di depan rumah. Di balik selembar kain merah dan putih tersebut terdapat sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia.
Karena itu, rendahnya kepedulian terhadap pemasangan bendera dinilai perlu menjadi bahan evaluasi bersama.
Masyarakat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat hingga tokoh masyarakat dinilai memiliki peran penting untuk kembali menghidupkan semangat kebangsaan.
Bagi Susilo, nasionalisme tidak harus selalu diwujudkan dengan tindakan besar. Hal sederhana seperti memasang dan merawat bendera Merah Putih dengan baik juga merupakan bentuk penghormatan terhadap bangsa.
“Jangan sampai kita menikmati kemerdekaan, tetapi lupa bagaimana kemerdekaan itu diperjuangkan. Menghormati Merah Putih adalah salah satu bentuk sederhana untuk mengingat jasa para pahlawan,” pungkasnya.


















