Terkini

Mesin Diesel Bantuan Jepang Raib, Kades Mulyorejo Diadukan ke Kejari Bojonegoro

2
×

Mesin Diesel Bantuan Jepang Raib, Kades Mulyorejo Diadukan ke Kejari Bojonegoro

Sebarkan artikel ini
Mulyorejo
Kantor Kejaksaan Negeri Bojonegoro. Foto: Suyati/Beritabangsa.id

BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Warga Desa Mulyorejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, mengadukan raibnya mesin diesel pompa air bantuan Pemerintah Jepang ke Kejaksaan Negeri setempat.

Sumber media ini, warga setempat menjelaskan bahwa desanya pernah menerima bantuan berupa satu unit mesin diesel, pompa air dan perangkat pendukung lainnya dari Pemerintah Jepang untuk membantu pengairan sawah.

“Setahu kami ada mesin diesel dan pompa air. Dulu dipakai untuk membantu petani. Sekarang keberadaannya sudah tak jelas,” ujarnya.

Menurut warga, mesin diesel mulai disoal karena tidak adq lagi di lokasi penyimpanan.

Warga lantas menyoal status aset tersebut. Warga menduga, mesin diesel itu dijual atau dipindahtangankan tanpa prosedur jelas dan warga tidak tahu. .

“Yang kami pertanyakan keberadaannya. Kalau memang dijual atau dipindahtangankan, dasarnya apa dan prosesnya bagaimana. Karena bantuan itu untuk kepentingan masyarakat, khususnya mengairi sawah,” katanya.

Warga ini juga menyebut, mesin diesel bantuan yang dikenal masyarakat sebagai Banjep itu ditaksir senilai Rp50 juta. Harga perkiraan itu belum pasti karena tidak ada dokumen resminya.

“Angka Rp50 juta itu untuk kepastiannya tentu perlu dilihat dari dokumen bantuan atau data resminya,” ujarnya.

Warga pun mengadukan kasus itu ke Kejari Bojonegoro. Mereka berharap aparat penegak hukum dapat memastikan status aset bantuan tersebut.

Sebagai bahan pendukung pengaduan, warga turut menyerahkan sejumlah dokumen, di antaranya foto lokasi penyimpanan mesin diesel, surat pernyataan bersama warga Desa Mulyorejo serta daftar nama saksi.

Dalam surat pernyataan bersama itu, sejumlah warga menyatakan, Desa Mulyorejo pernah menerima bantuan satu unit mesin diesel, pompa air dan perangkat lainnya dari Pemerintah Jepang.

Warga juga meminta Kepala Desa Mulyorejo, Subkan, bertanggungjawab soal hilangnya mesin diesel itu. Selain itu, warga mengancam akan melaporkan pembongkaran tugu pembatas desa.

“Kita tidak tahu jelas apa dasar pembongkarannya dan bagaimana prosesnya,” ujar sumber media ini.

Sementara itu Kepala Desa Mulyorejo, Subkan, belum berhasil dikonfirmasi terkait aduan warganya.

Penulis: Suyati

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60