Terkini

AKP Adik Agus Putrawan Ungkap 490 Kasus Narkoba dalam 5 Bulan, Duta Anti Narkoba Beri Apresiasi

2
×

AKP Adik Agus Putrawan Ungkap 490 Kasus Narkoba dalam 5 Bulan, Duta Anti Narkoba Beri Apresiasi

Sebarkan artikel ini
Akp Adik Agus Putrawan
Kasatnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Adik Agus Putrawan, SH., MH., dan Siti Rafika Hardhiansari, saat foto bersama usai wawancara. (Foto: Mwd, Beritabangsa.id).

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Kinerja Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak di bawah kepemimpinan AKP Adik Agus Putrawan menuai apresiasi.

Dalam kurun waktu sekitar lima bulan sejak menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Narkoba, perwira pertama Polri itu berhasil mengungkap 490 kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya.

Apresiasi tersebut disampaikan Duta Anti Narkoba sekaligus Ketua Yayasan Bonek Untuk Bangsa, Siti Rafika Hardhiansari pada Selasa (14/7/2026), usai Press Conference kasus Narkoba.

Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan komitmen kuat jajaran Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak dalam memutus mata rantai peredaran narkotika di Surabaya.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada sahabat saya, Kasatnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Adik Agus Putrawan, yang telah berhasil mengungkap 490 kasus hanya dalam waktu lima bulan,” ujarnya.

Rafika menilai keberhasilan itu menjadi bukti bahwa perang melawan narkoba harus menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat gerakan “Wani Lawan Narkoba” sebagaimana terus dikampanyekan aparat penegak hukum.

Ia juga menyinggung keberhasilan aparat gabungan yang terdiri atas BNN RI, Polri, dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam menggagalkan penyelundupan sekitar 3,37 ton ganja bertepatan dengan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional pada Juni 2026.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen negara dalam menekan peredaran narkotika dari hulu hingga hilir.

Selama ini, Yayasan Bonek Untuk Bangsa aktif menjadi mitra Polri dan BNN dalam berbagai kegiatan pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Sosialisasi bahaya narkoba rutin dilakukan di lingkungan kampus, sekolah, hingga berbagai forum masyarakat dengan melibatkan komunitas Bonek.

“Pesan kami sederhana, mari bersama-sama wani lawan narkoba,” katanya.

Sementara, AKP Adik Agus Putrawan memberikan perhatian khusus terhadap penyelamatan generasi muda, khususnya Arek Suroboyo. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak pernah mencoba menggunakan narkotika.

“Yang belum pernah mencoba, jangan pernah coba-coba. Yang sudah terlanjur menggunakan dan ingin berhenti, segera sadar karena narkoba hanya akan merugikan dirinya sendiri,” ujarnya.

Menurut Adik Agus, kepolisian bersama BNN juga membuka ruang bagi para pengguna yang memiliki kesadaran untuk pulih melalui jalur rehabilitasi.

Mereka yang secara sukarela melaporkan diri untuk mendapatkan perawatan akan diarahkan mengikuti mekanisme rehabilitasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Silakan melapor kepada kami atau ke BNN. Tujuannya agar bisa mendapatkan rehabilitasi. Jauhi narkoba,” tegasnya.

Di balik tingginya angka pengungkapan kasus, AKP Adik Agus mengungkapkan bahwa pekerjaan memberantas jaringan narkoba menuntut dedikasi penuh.

Bahkan, waktu bersama keluarga sering kali harus dikorbankan demi mengejar pelaku dan mengembangkan jaringan.

“Ya, bisa dibilang tidak tahu pulang. Selain itu, kami harus teliti, cermat, tidak pernah meremehkan informasi sekecil apa pun, dan selalu mengedepankan kekompakan tim,” ungkapnya.

Pendekatan tersebut menjadi strategi utama Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak dalam memburu para pelaku, mengembangkan setiap informasi yang diterima dari masyarakat, serta mempersempit ruang gerak jaringan peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60