Pendidikan

Revitalisasi Eduwisata Anak, UT Surabaya Perkuat Pembelajaran Berbasis Alam dan Kreativitas

2
×

Revitalisasi Eduwisata Anak, UT Surabaya Perkuat Pembelajaran Berbasis Alam dan Kreativitas

Sebarkan artikel ini
UT Surabaya

BERITABANGSA.ID, SIDOARJO – Upaya menghadirkan ruang belajar yang lebih ramah anak, kreatif, dan dekat dengan lingkungan terus dilakukan berbagai pihak. Salah satunya melalui program pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang digelar Universitas Terbuka (UT) Surabaya di Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo.

Melalui program bertajuk Revitalisasi Fasilitas Belajar di Alam Terbuka dan Permainan Tradisional: Program Wisata Edukasi dan Pendampingan Kreatif, tim dosen UT Surabaya berkolaborasi dengan Yayasan Eduwisata Kampung Lali Gadget (KLG), pemerintah desa, serta masyarakat setempat untuk mengembangkan ruang belajar berbasis lingkungan dan budaya lokal.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat UT Surabaya, Prof. Dr. Tri Dyah Prastiti, M.Pd., menegaskan bahwa pendidikan tidak harus selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Lingkungan sekitar, ruang terbuka, taman desa, hingga area bermain dapat menjadi media pembelajaran yang efektif bagi anak-anak.

Menurutnya, keberadaan ruang belajar berbasis alam memiliki nilai strategis dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Melalui interaksi langsung dengan lingkungan, anak-anak dapat mengembangkan rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, hingga kepedulian terhadap alam.

“Kami percaya bahwa pendidikan dapat tumbuh di mana saja. Alam terbuka memiliki potensi besar sebagai sumber belajar yang mampu menghadirkan pengalaman nyata bagi anak-anak,” ujarnya saat sambutan.

Program ini tidak hanya berfokus pada pembenahan fasilitas fisik. Revitalisasi yang dilakukan juga diarahkan untuk menghidupkan kembali fungsi ruang belajar masyarakat agar memiliki nilai edukatif yang lebih kuat dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Dalam pandangan tim pengabdian, ruang publik yang selama ini digunakan sebagai tempat berkumpul dapat dikembangkan menjadi wahana pembelajaran yang mendukung penguatan literasi, numerasi, pendidikan karakter, hingga pengembangan keterampilan sosial anak.

Melalui penataan fasilitas dan penguatan fungsi edukasi, kawasan belajar di Kampung Lali Gadget diharapkan mampu menjadi ruang yang nyaman bagi anak-anak untuk belajar, bermain, berinteraksi, dan mengekspresikan kreativitas mereka.

Anak-anak dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk berbagai aktivitas edukatif, mulai dari pengenalan lingkungan, permainan tradisional, kegiatan literasi, eksperimen sederhana, aktivitas seni, hingga pembelajaran berbasis pengalaman yang menyenangkan.

Selain revitalisasi fasilitas, program ini juga menghadirkan pendampingan kreatif sebagai bagian penting dari proses pemberdayaan masyarakat.UT Surabaya

Pendampingan dilakukan untuk memberikan inspirasi kepada pengelola, relawan, dan masyarakat dalam mengelola kegiatan belajar anak secara inovatif dan kontekstual.

Berbagai aktivitas disiapkan untuk mendukung pengembangan kreativitas peserta. Mulai dari permainan edukatif, kegiatan berkemah, eksperimen sains berbahan sederhana, aktivitas kelompok, hingga pembelajaran kolaboratif yang menumbuhkan kemampuan komunikasi dan kerja sama.

Prof. Tri Dyah menilai bahwa kreativitas tidak selalu bergantung pada ketersediaan sarana yang mahal. Kreativitas justru dapat tumbuh dari lingkungan sekitar apabila anak-anak memperoleh ruang yang cukup untuk bereksplorasi, berimajinasi, dan mencoba berbagai hal baru.

Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat Kampung Lali Gadget yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata edukasi berbasis permainan tradisional dan aktivitas luar ruang.

Kehadiran program pengabdian UT Surabaya semakin memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai ruang alternatif pembelajaran bagi anak-anak di tengah tantangan era digital.

Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam bidang pendidikan dan penelitian, tetapi juga dituntut menghadirkan solusi nyata yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

Karena itu, kolaborasi antara kampus, pemerintah desa, lembaga masyarakat, dan keluarga menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.

Dukungan masyarakat dinilai menjadi kunci agar fasilitas yang telah direvitalisasi dapat terus dimanfaatkan dan berkembang sesuai kebutuhan warga.

Tim Pengabdian Masyarakat berharap pengelola Kampung Lali Gadget bersama masyarakat Desa Pagerngumbuk dapat terus menghidupkan berbagai kegiatan belajar kreatif secara rutin.

Ruang belajar yang telah dibangun diharapkan menjadi sarana bagi anak-anak untuk memperoleh pengalaman langsung, mengembangkan potensi diri, serta memperkuat karakter sejak usia dini.

Kepala Desa Pagerngumbuk Abdul Malik bersama jajaran pengelola Kampung Lali Gadget, karang taruna, tokoh masyarakat, dan para pendamping kreatif turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut.

Sinergi yang terjalin menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan ruang belajar berbasis alam dan permainan tradisional di desa tersebut.

Bagi anak-anak Desa Pagerngumbuk, fasilitas belajar yang diperkuat melalui program ini diharapkan menjadi ruang tumbuh yang menyenangkan sekaligus produktif.

Sebuah tempat yang memungkinkan mereka belajar dengan gembira, mengenal lingkungan secara lebih dekat, mengembangkan kreativitas, serta menumbuhkan kepedulian sosial dan budaya sejak dini.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60