BERITABANGSA.ID, LUMAJANG — DPC Gradasi Kabupaten Lumajang di tengah derasnya arus digitalisasi ekonomi ini menggelar pelatihan digital marketing yang menyasar pelajar setingkat SMK hingga masyarakat umum.
Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa melainkan disiapkan sebagai “pemanasan” menuju pelantikan resmi sekaligus membentuk tim khusus yang siap turun langsung membantu pelaku usaha kecil.
Puluhan peserta tampak serius mengikuti sesi demi sesi. Mereka tak hanya diajari teori pemasaran digital, tetapi juga praktik langsung bagaimana membangun identitas usaha di dunia maya, mulai dari pembuatan logo, pengurusan izin usaha, hingga sistem pembayaran non-tunai dan pemanfaatan marketplace.
Calon Ketua DPC Gradasi Kabupaten Lumajang, Achmad Nurhuda, menegaskan pelatihan ini memiliki misi besar yang menyasar kebutuhan riil masyarakat.
“Ini bukan sekadar pelatihan biasa. Kami ingin mencetak tim yang benar-benar siap membantu masyarakat. Banyak pelaku UMKM di Lumajang yang masih kesulitan masuk ke dunia digital. Di sinilah nanti peran teman-teman ini,” tegasnya kepada wartawan, Minggu (10/5/2026).
Menurutnya, pelatihan ini menjadi langkah awal sebelum DPC Gradasi Lumajang resmi dilantik. Namun, gaungnya sudah terasa sejak sekarang.
“Ini pemanasan sebelum pelantikan. Tapi kami tidak ingin hanya seremonial. Kami ingin langsung kerja nyata,” imbuh Achmad.
Soroti ada kesenjangan digital di akar rumput. Fenomena yang diangkat DPC Gradasi bukan tanpa alasan. Di Lumajang, masih banyak pelaku usaha kecil yang belum tersentuh digitalisasi. Mulai dari belum memiliki legalitas usaha, tidak punya branding, hingga belum memahami sistem pembayaran modern.
Laily, salah satu guru SMK Mulu asal Lumajang, mengaku pelatihan ini membuka wawasan baru bagi siswa siswinya.
“Biasanya cuma tahu jualan online sekadar posting. Ternyata banyak yang harus dipelajari, seperti branding, cara masuk marketplace, sampai pembayaran digital,” ujarnya setelah mendapatkan paparan dari salah satu siswanya.
Ia bahkan tertarik, jika nanti muridnya bisa bergabung dalam tim yang akan dibentuk DPC Gradasi.
“Kalau bisa bantu UMKM sekitar, kenapa tidak? Ini juga jadi pengalaman buat murid saya,” tambahnya.
Disiapkan jadi “Tim Tempur” UMKM. Tak berhenti pada pelatihan, DPC Gradasi Lumajang berencana membentuk tim khusus dari para peserta yang dinilai kompeten. Tim ini nantinya akan menjadi garda depan dalam membantu masyarakat.
Mulai dari membantu pembuatan izin usaha, desain label atau logo produk, hingga pendampingan masuk ke ekosistem digital seperti marketplace dan pembayaran non-tunai.
Seorang pendamping UMKM, Achmad Fuad Afdlol, menilai langkah ini sebagai terobosan yang patut diapresiasi, namun harus dijaga konsistensinya.
“Program seperti ini bagus, tapi tantangannya ada di keberlanjutan. Jangan sampai hanya ramai di awal, lalu redup. Pendampingan UMKM itu butuh proses panjang,” katanya.
Antara harapan dan tantangan. Program pelatihan ini jelas membawa harapan besar, terutama bagi pelaku UMKM yang selama ini tertinggal dalam transformasi digital. Namun, tantangan di lapangan tidak kecil.
Minimnya literasi digital, keterbatasan akses teknologi, hingga rendahnya kesadaran akan pentingnya legalitas usaha masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
DPC Gradasi Lumajang tampaknya menyadari hal itu.
Dengan menggandeng pelajar sebagai motor penggerak, Gradasi mencoba memecah kebuntuan menghubungkan generasi muda yang melek teknologi dengan pelaku usaha yang membutuhkan. Dan diharapkan menjadi solusi nyata membantu UMKM naik kelas.


















